Dasar – Dasar UML

Daftar Isi

    LancangKuning.com - Pemodelan merupakan metode perancangan aplikasi perangkat lunak sebelum proses konversi menjadi kode. Pemodelan adalah Bagian Penting dari proyek perangkat lunak berskala besar, proyek menengah dan bahkan kecil juga. Model memainkan peran penting dalam pengembangan perangkat lunak untuk cetak biru dan rencana lainnya (peta situs, ketinggian, model fisik) misalnya dalam pembuatan gedung.

    Menggunakan model, mereka yang bertanggung jawab atas keberhasilan proyek pengembangan perangkat lunak dapat memastikan bahwa fungsionalitas bisnis lengkap dan benar, kebutuhan pengguna akhir terpenuhi, dan desain program mendukung persyaratan untuk skalabilitas, ketahanan, keamanan, perluasan, dan karakteristik lainnya sebelum implementasi menjadi kode yang akan membuat perubahan sulit dan mahal untuk dilakukan.

    Survei menunjukkan bahwa proyek perangkat lunak besar memiliki kemungkinan kegagalan yang besar. Pada kenyataannya, kemungkinan besar aplikasi perangkat lunak besar akan gagal memenuhi semua persyaratannya tepat waktu dan sesuai anggaran daripada yang akan berhasil.

    Baca juga :  Tempat Wisata di Riau

    Ketika merancang sebuah program yang memiliki skala kerja besar dan menggunakan banyak proses, dibutuhkan sebuah desain yang mampu memberikan penggambaran mengenai cara kerja dan sistem dari program tersebut. UML atau singkatan dari Unified Modeling Language adalah sistem pemodelan untuk memvisualisasikan sebuah sistem informasi atau program. Tujuan utama UML adalah menentukan cara untuk memvisualisasikan cara sebuah sistem dirancang.

    Ada banyak paradigma atau model penyelesaian masalah dalam Ilmu Komputer, yang merupakan studi tentang algoritma dan data. Ada empat kategori model penyelesaian masalah yaitu bahasa imperatif, fungsional, deklaratif dan berorientasi objek (OOP). Dalam bahasa pemrograman berorientasi objek, algoritma diekspresikan dengan mendefinisikan 'objek' dan membuat objek berinteraksi satu sama lain.

    Objek-objek itu adalah hal-hal yang harus dimanipulasi dan mereka ada di dunia nyata. Mereka dapat berupa bangunan, widget di desktop, atau manusia. Bahasa berorientasi objek mendominasi dunia pemrograman karena mereka memodelkan objek dunia nyata. UML adalah kombinasi dari beberapa notasi berorientasi objek antara lain desain berorientasi objek, teknik pemodelan objek dan rekayasa perangkat lunak berorientasi objek.

    Baca juga : Pengoperasian Peralatan Kantor

    UML menggunakan kekuatan dari ketiga pendekatan ini untuk menghadirkan metodologi yang lebih konsisten yang lebih mudah digunakan. UML mewakili praktik terbaik untuk membangun dan mendokumentasikan berbagai aspek pemodelan perangkat lunak dan sistem bisnis. UML dihubungkan dengan desain dan analisis berorientasi objek. UML memanfaatkan elemen dan membentuk asosiasi di antara mereka untuk membentuk diagram.

    Tujuan Utama UML

    • Menyediakan model yang memiliki visual ekspresif kepada pengguna agar memudahkan pengembangan sistem.
    • Tidak terikat pada bahasa pemrograman atau proses pengembangan tertentu.
    • Menyediakan dasar pemahaman bahasa pemodelan.
    • Mendukung pengembangan tingkat tinggi seperti kolaborasi, framework dan pola.
    • Memudahkan dalam menentukan keputusan sejak awal. Keputusan yang kemudian diubah di tengah proses pengembangan akan sulit dilakukan.
    • Menjadi bentuk komunikasi standar dalam menggambarkan suatu rancangan sistem atau rencana.

    Cara Membuat UML

    Baca juga : Tempat Wisata di Pekanbaru

    • Buatlah sebuah daftar proses mulai dari level yang tertinggi untuk menjelaskan aktivitas yang akan muncul pada UML.
    • Lakukan pembuatan use case (use case berguna untuk menjelaskan fungsi dari sistem yang berinteraksi dengan user) dari setiap process tersebut, lalu jelaskan dan berikan keterangan mengenai fungsi dari setiap objek.
    • Tentukan keperluan atau syarat lain dari sistem seperti keamanan.
    • Selanjutnya buatlah activity diagram (Activity diagram adalah diagram yang menggambarkan alur aktivitas yang dibentuk dalam suatu proses).
    • Kemudian kita bisa membuat sequence (Sequence adalah interaksi dinamis antar objek) pada setiap alurnya.
    • Kemudian membuat user interface bagi pengguna sistem.
    • Class diagram dapat dibuat dari setiap objek yang ada dalam sistem. Class diagram adalah teknik pemodelan sentral yang berjalan melalui hampir semua metode berorientasi objek. Class diagram dapat disusun membentuk sebuah hierarki.
    • Setelah semua selesai, sistem siap untuk dibuat.(Aldi)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Dasar – Dasar UML
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar