Daftar Isi
SIAK - Beberapa hari lalu, Kabupaten Siak mulai diselimuti asap, akibat kebakaran yang melanda Kabupaten berjuluk Kota Istana itu disejumlah titi, namun hari ini hotspot (titk panas) suda tidak terdeteksi oleh satelit.
Hal itu disampaikan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak Syafrizal Rabu (31/7/19) di Siak Sri Indrapura.
"Hari ini, dari data BMKG di Siak sudah tidak ada hotspot, namun anggota kita dilapangan masih dalam tahap pendinginan pasca terjadi beberapa kebakaran di sejumlah daerah," kata Syafrizal.
Mantan Camat Koto Gasib itu juga mengatakan, meskipun sudah tidak memilki titik panas, pihaknya selalu bersiaga jika kemungkinan kebakaran kembali terjadi.
"Kami 24 jam stanby, dan bahkan sampai saat ini anggota kami masih di lapangan, untuk pendinginan," kata Syafrizal.
Syafrizal mengatakan, beberapa hari lalu, sejumlah daerah sperti Km 79 Dayun, Sri Gemilang dan Rantau Panjang mengalami kebakaran lahan, namun kesigapan dari tim, kebakaran tetap teratasi.
"Memang padam keseluruhan itu tidaklah, namun kita tetap berusaha. Karena jangakauan daerah tersebut ada yang sulit," kata syafrizal.
Luas lahan yang terbakar kata Syafrizal, di Km 79 Dayun adalah lebih kurang 30 hektar dan di Sri Gemilang seluas lebih kurang 25 hektar.
"Di Sri Gemilang itu kata pak Camat setempat, lahan yang terbakar itu sebagian milik PT WSSI, sebagian milik masyarakat. Namun pihak perusahaan yang ikut membantu memadamkan api," terang Syafrizal. (LK/Gus_li)
Komentar