Daftar Isi
Akal Imitasi
PEKANBARU,Lancangkuning.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta sarana informasi publik seperti videotron dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi mengenai kualitas udara secara cepat dan mudah dipahami. Menurutnya, informasi tersebut tidak cukup hanya tersedia melalui platform daring, karena masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses informasi secara online.
Karena itu, ia meminta videotron milik pemerintah yang berada di sejumlah ruang publik turut menampilkan informasi kualitas udara dan cuaca secara berkala.
"Jadi tidak hanya lewat ISPU. Kualitas udara harus kita tampilkan di videotron yang ada di ruang publik biar masyarakat luas tahu," kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).
Ia menilai penyampaian informasi melalui videotron dapat menjangkau masyarakat yang sedang beraktivitas di ruang publik. Informasi yang ditampilkan juga diminta tidak terlalu rumit agar dapat dipahami dalam waktu singkat.
SF Hariyanto menyarankan penggunaan indikator warna untuk menggambarkan kondisi kualitas udara. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah udara berada dalam kondisi baik, sedang, tidak sehat, atau sudah membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.
"Jadi kalau kualitas udara sudah merah, masyarakat tahu artinya harus bagaimana dan bisa menyesuaikan aktivitas," ujarnya.
Selain informasi kualitas udara, Pemprov Riau juga meminta kondisi cuaca ditampilkan pada videotron. Informasi mengenai cuaca dinilai penting agar masyarakat mengetahui perkembangan kondisi terkini dan dapat mengantisipasi perubahan cuaca dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Cuaca juga harus kita tampilkan, supaya masyarakat tahu kondisi hari ini dan bisa mengantisipasi," katanya.
SF Hariyanto selanjutnya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera berkoordinasi untuk merealisasikan penyampaian informasi tersebut melalui videotron di lokasi strategis.
Pemerintah kabupaten dan kota serta jajaran kepolisian juga diharapkan ikut membantu menyebarluaskan informasi mengenai kualitas udara dan cuaca kepada masyarakat.
Menurut SF Hariyanto, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Dengan memperoleh informasi aktual, masyarakat dapat mengambil langkah yang sesuai, terutama ketika kualitas udara menurun akibat paparan asap.(rie)







Komentar