Daftar Isi

Doa bersama menjelang pembacaan putusan Gubernur Riau nonaktif Abul Wahid.(ft:cakaplah.com)
LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dijadwalkan membacakan putusan terhadap Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid pada Kamis (30/7/2026). Menjelang sidang vonis tersebut, ratusan masyarakat, pendukung, simpatisan, serta sejumlah tokoh masyarakat Riau menggelar doa bersama di Kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau, Jalan Parit Indah, Pekanbaru, Rabu (29/7/2026) malam.
Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan dipimpin oleh KH Abdurrahman Qoharudin. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mantan anggota DPRD Riau Asri Auzar dan Eddy M. Yatim, mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Tarmizi Tohor, serta sejumlah anggota DPRD kabupaten dan kota di Riau.
Juru Bicara Abdul Wahid, Musliadi dilansir dari Cakaplah.com, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus dukungan moral bagi Abdul Wahid yang tengah menghadapi proses hukum.
"Selama berbulan-bulan kita mengawal Abdul Wahid untuk mendapatkan keadilan. Kita selalu mendampingi beliau dalam setiap persidangan. Malam ini merupakan ikhtiar kita mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah agar kebenaran ditunjukkan dan keadilan ditegakkan untuk Abdul Wahid," ujar Musliadi.
Ia juga menyampaikan salam dari Abdul Wahid kepada masyarakat yang selama ini terus memberikan dukungan selama proses persidangan berlangsung.
"Beliau menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat. Jangan takut memperjuangkan kebenaran, karena pada akhirnya kebenaran akan menemukan jalannya," katanya.
Sementara itu, Asri Auzar mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar proses hukum berjalan dengan adil. Ia berharap majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan.
"InsyaAllah besok beliau mendapatkan putusan terbaik. Mari kita bersama-sama berdoa agar Allah memberikan kemudahan dan membebaskan beliau dari segala kesulitan yang dihadapi selama beberapa bulan terakhir," ucap Asri.
Ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam memperjuangkan keadilan.
"Jangan pernah takut memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Sebab, apabila orang-orang yang benar memilih diam, maka kebatilan akan semakin leluasa. Karena itu, mari kita terus berikhtiar, berdoa, dan berharap agar keadilan benar-benar ditegakkan," tutupnya.(rie)







Komentar