Teror Harimau di Inhil Belum Berakhir, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap dan Pantau Lewat Drone

Daftar Isi


    INDRAGIRI HILIR,Lancangkuning.com-Teror kemunculan harimau sumatra yang meresahkan warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih terus menjadi perhatian. Untuk memastikan keberadaan satwa liar tersebut sekaligus mencegah jatuhnya korban, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim khusus ke lokasi.

    Sebanyak enam personel BBKSDA Riau yang dipimpin Bambang Santoso tiba di Desa Danai dan langsung melakukan serangkaian upaya pemantauan. Bersama aparatur desa, tim memasang kamera jebak (camera trap) di kawasan Dusun Bukit yang diduga menjadi jalur lintasan harimau.

    Kepala Desa Danai, Halim, mengatakan lokasi pemasangan kamera dipilih karena sebelumnya ditemukan jejak kaki harimau di kawasan tersebut. Dusun Bukit yang berjarak sekitar empat kilometer dari permukiman warga didominasi semak belukar dan bekas kebun kelapa yang sudah tidak lagi produktif sehingga dinilai menjadi habitat yang memungkinkan bagi satwa liar.

    "Tim BBKSDA sudah memasang kamera trap di Dusun Bukit untuk memantau pergerakan harimau," ujar Halim, Rabu (29/7/2026).

    Selain memasang kamera jebak, petugas juga melakukan pemantauan udara menggunakan drone untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi persembunyian harimau. Namun hingga sore hari, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut dari hasil pemantauan udara.

    Meski demikian, warga mengaku masih melihat seekor harimau berkeliaran di sekitar Dusun Bukit pada siang hari. Temuan jejak kaki di lokasi bahkan mengindikasikan kemungkinan terdapat lebih dari satu ekor harimau.

    "Ada warga yang melihat satu ekor harimau. Sementara dari bekas tapaknya terlihat ada ukuran besar dan kecil, sehingga diduga ada dua ekor," jelas Halim.

    Karena waktu sudah menjelang malam, tim BBKSDA menghentikan sementara pencarian dan akan melanjutkan pemantauan pada keesokan harinya, termasuk memeriksa hasil rekaman kamera trap yang telah dipasang.

    Kemunculan harimau di Desa Danai telah berlangsung sekitar lima hari dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga memilih menghentikan aktivitas berkebun karena khawatir bertemu satwa buas tersebut. Bahkan, beberapa ekor sapi milik warga dilaporkan telah menjadi mangsa.

    Situasi itu juga berdampak pada aktivitas pendidikan. Demi mengutamakan keselamatan, proses belajar mengajar di wilayah tersebut untuk sementara dilakukan secara daring.

    Pemerintah desa berharap langkah cepat BBKSDA Riau dapat segera membuahkan hasil sehingga keberadaan harimau dapat ditangani dengan aman dan masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Teror Harimau di Inhil Belum Berakhir, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap dan Pantau Lewat Drone
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait