Daftar Isi

Foto: Revitalisasi SDN 026 Teluk Kiambang tahun 2026. (Dok. Hariadi)
Lancang Kuning, INHIL – Progres revitalisasi gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 026 Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga saat ini mencapai 22,02 persen.
Program revitalisasi tersebut merupakan bantuan Kementrian pendidikan tahun 2026 mencangkup pembangunan tiga ruang kelas baru dan satu unit toilet (WC).
Dimana, anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pagu sebesar Rp1.317.764.936 Miliyar dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender.
Kepala SDN 026 Teluk Kiambang, Baharudin mengatakan pelaksanaan pekerjaan sejauh ini alhamdulillah berjalan aman dan lancar, namun terdapat sejumlah kendala teknis, terutama terkait akses transportasi untuk mendatangkan material bangunan ke lokasi.
Dijelaskannya, kondisi jalan dan jembatan penghubung menuju sekolah menjadi salah satu hambatan utama. Bahkan, terdapat jembatan kayu di perbatasan Desa Teluk Kiambang yang saat ini tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dengan muatan berat.
“Kalau mau menggunakan jalur sungai, material harus beberapa kali turun naik dan menggunakan kendaraan pompong lagi. Kalau lewat jalur darat, jembatannya sudah tidak bisa dilewati mobil dan kondisinya juga mengkhawatirkan,” kata Baharudin kepada Wartawan melalui sambungan WhatsApp, Selasa (1/9/2026).
Lebih lanjut ia menceritakan, kondisi jembatan tersebut juga cukup membahayakan masyarakat yang melintas. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah sepeda motor bahkan pernah terjatuh saat melintasi jembatan tersebut.
“Ada satu jembatan yang rusak betul dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Kendala akses material ini sudah kami sampaikan kepada Bupati Inhil dan Kepala Dinas PUTR Inhil pada saat rapat bersama kemarin,” cetusnya.
“Sekarang kami bolak-balik ke Tembilahan untuk mencari bahan kayu sesuai kebutuhan revitalisasi sekolah. Apalagi proyek sekarang banyak. Kalau pun ada kayu, harganya bisa naik,” ujarnya lagi.
Di sisi lain, ia mengaku sangat bersyukur sekolah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan revitalisasi. Dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang, pembangunan tiga ruang kelas dan satu unit toilet dinilai sangat membantu meningkatkan kenyamanan kegiatan belajar mengajar, baik siswa maupun majelis guru.
Untuk toilet baru, kata dia, akan tersedia satu unit dengan lima pintu, terdiri dari dua ruang untuk siswa perempuan, dua ruang untuk siswa laki-laki dan satu khusus guru.
Meski demikian, Baharudin berharap setelah pembangunan fisik selesai, sekolah juga mendapat bantuan meubelair atau perabot sekolah seperti meja dan kursi. Sebab, kondisi meja dan kursi yang digunakan saat ini masih berupa perabot kayu.
“Kekurangan saat ini adalah meubelair. Sekolah lain sudah menggunakan kursi besi, kami masih menggunakan kursi kayu dan meja,” katanya.
Ia menyebutkan, sebelumnya juga telah ada pembicaraan mengenai kemungkinan bantuan meubelair dari Pemerintah Kabupaten Inhil pada tahun 2027 yang dijanjikan oleh Bupati.

“Kami bersyukur sudah mendapatkan revitalisasi ini. Semaksimal mungkin saya akan membuat dan menjaga sekolah ini sebaik mungkin. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk memajukan sekolah demi kenyamanan anak didik kami,” pungkasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli panitia pembangunan satuan pendidikan Harry Wandeka turut menyampaikan selain akses transportasi, keterbatasan ketersediaan material alam seperti pasir, kerikil dan kayu cerocok juga menjadi tantangan tersendiri.
Berdasarkan data pelaksanaan pekerjaan, progres fisik saat ini tercatat 22,02 persen, sementara rencana progres berada di angka 29,62 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi 7,60 persen.
Harry menjelaskan, program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 ini menggunakan tenaga ahli atau konsultan independen yang ditunjuk untuk membantu dan mendampingi pelaksanaan program revitalisasi di berbagai daerah.
“Kendala yang cukup berat memang transportasi dan belanja barang. Untuk tukang dan kendala lainnya, alhamdulillah tidak ada,” jelas Harry.
Kedepan, berbagai kendala tersebut akan disampaikan kepada fasilitator Kementerian Pendidikan serta Dinas Pendidikan terkait dalam kegiatan bimbingan teknis lanjutan. (LK/Har)







Komentar