Daftar Isi

PEKANBARU,Lancangkuning.com- Pertumbuhan ekonomi Riau tidak hanya tercermin dari investasi dan aktivitas usaha, tetapi juga dari semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Salah satunya terlihat dari perkembangan sektor perbankan syariah yang terus tumbuh di tengah dinamika ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, dalam The 2nd Riau Economic Forum bertema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi” yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin (31/8/2026).
Menurut Syahrial, keberadaan lembaga keuangan syariah menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan ekonomi Riau secara lebih luas.
Ia mengatakan, pertumbuhan perbankan syariah di Riau berjalan cukup baik, seiring dengan semakin banyaknya entitas keuangan syariah di tengah masyarakat. Namun, perkembangan tersebut masih menghadapi tantangan karena masing-masing entitas dinilai cenderung bergerak sendiri-sendiri.
Karena itu, diperlukan penguatan ekosistem ekonomi syariah secara bersama, termasuk melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat.
Syahrial menilai karakter masyarakat Riau yang lekat dengan budaya Melayu dan adat menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai pilihan transaksi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.
Ia juga menyinggung perubahan Bank Riau Kepri (BRK) menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) sebagai salah satu keputusan penting dalam perkembangan sektor keuangan di daerah.
“Dengan literasi, kesadaran, budaya Melayu yang erat dengan adat, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, keputusan tepat membuat Bank Riau Kepri jadi Bank Riau Kepri Syariah,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat Riau dalam menentukan pilihan layanan keuangan. Masyarakat dapat menggunakan layanan perbankan konvensional maupun syariah sesuai kebutuhan dan pertimbangan masing-masing.
“Ini membuat masyarakat Riau punya pilihan banyak dalam bertransaksi, bisa konvensional, bisa syariah,” tutur Syahrial.
Ia menegaskan, pilihan menggunakan layanan konvensional maupun syariah sepenuhnya berada di tangan masyarakat sebagai pengguna jasa keuangan. Namun, seluruh sektor tersebut diharapkan tetap memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Riau.
“Yang terpenting, semuanya harus berkontribusi untuk Riau dalam mendorong pertumbuhan daerah, khususnya di sektor ekonomi,” pungkasnya.(rie)







Komentar