Daftar Isi

Foto: Kepala SMPN 2 Tempuling As'ad, S.Pd diruang kerja. (Dok. Hariadi)
Lancang Kuning, INHIL – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 02 Tempuling, yang berlokasi di Jalan Provinsi Parit 4, Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendapatkan bantuan revitalisasi satuan pendidikan melalui program pemerintah pusat tahun 2026.
Pekerjaan revitalisasi tersebut meliputi perbaikan tiga ruang kelas dan satu toilet atau WC. Progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen.
Kepala SMPN 02 Tempuling, As'ad, S.Pd mengatakan sejauh ini pelaksanaan pekerjaan belum mengalami kendala berarti. Namun, pihaknya menghadapi kendala teknis dalam pengangkutan material menuju lokasi sekolah.
Menurutnya, kondisi jalan yang belum memadai membuat material yang didatangkan dari Tembilahan tidak dapat langsung diangkut hingga ke sekolah.

"Kita harus transit. Bahan dari Tembilahan lalu singgah di jembatan area Rumbai, kemudian diangkut lagi menuju sekolah. Itu memakan biaya transportasi angkut," kata As'ad saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, kendala utama di lapangan adalah akses jalan menuju sekolah yang rusak dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan material harus dilangsir melalui titik tertentu sebelum dibawa ke lokasi konstruksi.

"Secara umum kendalanya cuma bahan agak susah masuk ke sekolah karena fasilitas jalan tidak memadai atau rusak," ujarnya.
Selain persoalan akses material, As'ad juga menyebutkan terdapat kebutuhan penyesuaian anggaran pada pekerjaan konstruksi, khususnya bagian plafon.
"Kalau untuk anggaran agak mengalami pembengkakan, yaitu di bagian konstruksi plafon. Kayaknya berat, mungkin salah hitung saja dari panitia," katanya.
Adapun pekerjaan revitalisasi yang dilakukan mencakup bagian plafon, atap, dinding, toilet, serta pemasangan keramik pada salah satu ruang kelas.

As'ad menegaskan, pihak sekolah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Harapannya kita harus mengerjakan sesuai dengan RAB, bangunan selesai. Harapan kedepan, kalau bisa jalan diperbaiki ke depan supaya masyarakat, khususnya anak didik serta guru, bisa lebih mudah melalui ke sekolah," harapnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan penghubung menuju sekolah saat ini masih berdebu dan rusak. Bahkan, terdapat salah satu jembatan yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Program revitalisasi satuan pendidikan di SMPN 02 Tempuling tersebut dilaksanakan dengan metode
Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) selama 90 hari kalender, terhitung sejak 31 Juli hingga 28 Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, program tersebut bersumber dari APBN dengan nilai anggaran sebesar Rp478.456.000.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, pihak sekolah berharap fasilitas belajar mengajar menjadi lebih layak sekaligus didukung akses jalan yang memadai sehingga aktivitas guru dan siswa menuju sekolah dapat berjalan lebih lancar. (LK/Har)







Komentar