Nelayan di Inhil Selamat dari Serangan Buaya 4-5 Meter, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon

Daftar Isi


    INHIL,Lancangkuning.com – Seorang nelayan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, harus mendapat perawatan di rumah sakit setelah diserang buaya berukuran besar saat mencari kepiting di Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama.

    Korban bernama Arbain diserang buaya saat hendak mengambil parang yang terjatuh ke sungai. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (30/8/2026).

    Saat itu, Arbain sedang mencari kepiting di tengah sungai menggunakan pompong. Ketika hendak kembali naik ke pompong setelah mengambil parangnya, tiba-tiba kaki kanannya disambar buaya yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 4-5 meter.

    Serangan tersebut membuat Arbain mengalami sejumlah luka gigitan. Meski demikian, ia berusaha melawan dan menyelamatkan diri dengan memanjat serta berpegangan pada sebuah pohon yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

    Arbain bahkan harus bertahan selama sekitar enam jam di atas pohon hingga pagi hari. Ia menunggu air surut dan memastikan buaya tersebut menjauh dari lokasi.

    Setelah situasi dinilai aman, Arbain kembali ke pompong. Dengan kondisi terluka, ia membalut kakinya menggunakan peralatan seadanya sebelum bergegas pulang ke rumah.

    Akibat serangan tersebut, terdapat sedikitnya 12 luka gigitan pada kakinya. Arbain kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan atas luka yang dideritanya.

    “Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba-tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi,” ujar Arbain.

    Sementara itu, Camat Tanah Merah Mulyadi mengatakan serangan buaya kembali terjadi di wilayahnya. Ia menyebut kejadian tersebut merupakan insiden ketiga dalam bulan ini.

    Pemerintah kecamatan pun mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sungai, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berisiko, terutama pada malam hingga pagi hari.

    “Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini di Tanah Merah. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada malam hingga pagi hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang memicu serangan satwa liar,” tegas Mulyadi.(rie)


    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Nelayan di Inhil Selamat dari Serangan Buaya 4-5 Meter, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait