Daftar Isi

Ilustrasi
INHU,Inhu-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih menghadapi kendala.
Memasuki hari ke-22 operasi, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan mopping up karena bara api masih berpotensi muncul kembali dari dalam lahan gambut maupun akar-akar pohon.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan operasi penanganan karhutla masih dilanjutkan pada Senin (24/8/2026).
Berdasarkan laporan penanganan fire spot Manggala Agni Daops Rengat, luas lahan yang terbakar di Sungai Guntung Hilir mencapai 471,39 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 50,2 hektare telah berhasil dipadamkan.
"Luas terbakar 471,39 hektare dan luas yang sudah dipadamkan 50,2 hektare," kata Ilham dalam laporan penanganan karhutla, Senin malam.
Lokasi kebakaran berada di kawasan bertanah gambut dan berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali membesar ketika menemukan bahan bakar kering.
Untuk mempercepat penanganan, Manggala Agni membagi personel ke sejumlah titik.
"Tim 1 ditempatkan di bagian timur area embung 27, sementara Tim 2 bergerak di bagian timur area embung 26," jelasnya.
Sementara itu, tim BPBD bersama TNI melakukan penanganan di bagian utara area embung 18. Sedangkan tim Polri difokuskan di bagian selatan ekor api.
Akses Sulit, Petugas Harus Berjalan Kaki
Medan yang sulit menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pemadaman. Peralatan harus dilangsir menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer.
Setelah itu, petugas masih harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer untuk mencapai lokasi penanganan.
Kondisi tersebut diperparah dengan vegetasi hutan dan belukar yang cukup padat. Kabut asap juga membatasi jarak pandang petugas di lapangan.
"Kabut asap juga menyulitkan untuk membedakan sumber titik api setempat karena terhalang kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," jelas Ilham.
Dalam operasi tersebut, Manggala Agni mengerahkan satu unit mesin Mark-3 dan dua unit mesin Mini Striker.
Petugas juga membawa tiga rol selang hisap, empat rol selang penyalur ukuran 2,5 inci, serta 13 rol selang penyalur ukuran 1,5 inci.
Selain itu, digunakan masing-masing satu unit Y Connector ukuran 2,5 inci dan 1,5 inci serta empat unit nozzle 1,5 inci.
Ilham mengatakan kondisi lokasi masih belum sepenuhnya terkendali. Bahan bakar yang kering serta bara api yang tersembunyi di akar pohon dan belukar masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
Karena itu, kegiatan mopping up belum dapat dituntaskan dan akan dilanjutkan pada Selasa (25/8/2026).
"Tim gabungan masih berupaya memastikan bara-bara yang tersisa dapat ditemukan dan dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik api baru," tukasnya.(rie)







Komentar