Maaf Sayang Aku tak Tertolong Lagi,". Pesan Terakhir Dr RSUD Tengku Rafian kepada Istrinya

Daftar Isi


    Keluarga besar Fakultas Kedokteran Universitas Riau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya dr. Alex Cristo Loris dari PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNRI. Foto: Instagram/@fkunri_official

    SIAK,Lancangkuning.com-Misteri kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, dr Alex Cristo Loris, akhirnya mulai menemukan titik terang.

    Setelah hampir tiga pekan melakukan penyelidikan, Polres Siak menyimpulkan tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kasus kematian dokter yang jasadnya ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak pada 14 Juli 2026.

    Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, pengungkapan kasus dilakukan melalui metode scientific crime investigation dengan melibatkan ahli forensik, laboratorium forensik, psikologi forensik, serta digital forensik.

    Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah pesan yang belum sempat terkirim dari telepon genggam korban kepada istrinya.

    Isi pesan tersebut berbunyi, "Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi."

    Menurut Kapolres, pesan itu menjadi salah satu petunjuk penting yang menguatkan hasil penyelidikan ilmiah yang dilakukan secara menyeluruh.

    Selain memeriksa isi telepon genggam korban, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari 14 saksi, mengamankan barang bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.

    Hasil rekaman kamera pengawas menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia. Tidak terlihat ada orang lain yang mengikuti maupun mendampingi korban hingga ke lokasi kejadian.

    Di sekitar jasad korban, polisi menemukan tas berisi perlengkapan medis, di antaranya stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.

    Hasil autopsi juga menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban. Pemeriksaan toksikologi kemudian memastikan adanya kandungan Rocuronium pada darah, urine, dan ginjal korban.

    Ahli forensik menyimpulkan korban meninggal akibat efek Rocuronium yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga mengalami asfiksia atau mati lemas.

    Temuan tersebut diperkuat hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau yang memastikan bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban.

    Berdasarkan seluruh rangkaian pemeriksaan ilmiah, mulai dari hasil autopsi, toksikologi, digital forensik, analisis CCTV, hingga keterangan para saksi, Polres Siak menyatakan tidak ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pihak lain maupun unsur pembunuhan dalam kematian dr Alex Cristo Loris.

    Meski demikian, kasus ini tetap menyisakan duka mendalam, terutama setelah terungkapnya pesan terakhir korban kepada sang istri yang menjadi catatan emosional di balik peristiwa tersebut.(tribunpekanbaru/rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Maaf Sayang Aku tak Tertolong Lagi,". Pesan Terakhir Dr RSUD Tengku Rafian kepada Istrinya
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait