Daftar Isi

Foto : ilustrasi AI
Lancang Kuning, BENGKALIS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkalis mengecam keras dugaan tindak kekerasan dan pengeroyokan yang dialami salah seorang kadernya, Hafizat Hakim, yang diketahui bekerja sebagai Asisten Lapangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis.
Peristiwa yang diduga terjadi pada Senin (3/8/2026) itu menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga mengalami tindakan kekerasan yang melibatkan dua orang di lingkungan SPPG Talang Muandau. Kasus tersebut kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Ketua Umum HMI Cabang Bengkalis, Ergie Suhendri, menegaskan bahwa segala bentuk tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.
Menurutnya, apabila terdapat persoalan, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme hukum dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang mengarah pada kekerasan.
"HMI Cabang Bengkalis mengecam keras dugaan tindakan kekerasan terhadap kader kami. Negara tidak boleh kalah oleh praktik premanisme dalam bentuk apa pun," tegas Ergie, Selasa (4/8/2026).
Ergie juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan dengan mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti yang sah. Ia menegaskan tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk lolos dari proses hukum.
Selain itu, HMI Cabang Bengkalis mengimbau seluruh pihak agar tidak menggiring opini yang dapat mengganggu proses penyidikan. Organisasi tersebut menyatakan akan terus mengawal jalannya proses hukum serta memberikan pendampingan moral dan advokasi kepada korban hingga memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan.
HMI Cabang Bengkalis berharap penanganan kasus ini menjadi bukti bahwa supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, sehingga mampu memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. (LK/Fz)







Komentar