Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 15 Orang Jadi Korban Serangan

Daftar Isi


    Ilustrasi

    TEMBILAHAN,Lancangkuning.com- Jumlah korban serangan monyet liar di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus bertambah. Hingga Selasa (4/8/2026), sedikitnya 15 warga dilaporkan mengalami luka akibat gigitan satwa tersebut yang masih berkeliaran di kawasan permukiman.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, mengatakan upaya menangkap monyet liar terus dilakukan. Pencarian tidak hanya melibatkan personel DPKP, tetapi juga mendapat dukungan dari warga yang khawatir serangan kembali terjadi.

    "Perburuan masih terus dilakukan. Kami juga dibantu masyarakat untuk mencari keberadaan monyet tersebut," kata Junaidy.

    Serangan terbaru terjadi pada Senin (3/8/2026) dengan empat korban dalam satu hari. Salah seorang korban merupakan anak laki-laki yang mengalami luka gigitan di bagian leher. Korban segera dievakuasi ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.

    Di hari yang sama, dua pria dewasa dan seorang anak perempuan juga diserang di kawasan Lorong Kubur, Parit 13, Kelurahan Tembilahan Hilir. Mereka mengalami luka gigitan di sejumlah bagian tubuh, seperti kepala, tangan, paha, hingga punggung.

    "Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan," ujar Junaidy.

    Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir turun langsung ke lapangan. Bupati Inhil Herman bersama Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengunjungi warga yang menjadi korban di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Kecamatan Tembilahan Hilir.

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan kondisi korban sekaligus memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengetahui status monyet yang menyerang warga.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA. Hingga kini belum ada keterangan resmi apakah monyet tersebut termasuk satwa yang dilindungi atau bukan," kata Herman.

    Bupati menegaskan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya selama menjalani perawatan.

    Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan personel kepolisian bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap satwa tersebut sekaligus mencegah munculnya korban baru di tengah masyarakat

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, 15 Orang Jadi Korban Serangan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait