Jejak Harimau Muncul di Desa Sungai Danai Inhil, BKSDA Riau Diminta Turun Tangan

Daftar Isi


    Ilustrasi telapak harimau

    INDRAGIRI HILIR,Lancangkuning.com -Kemunculan harimau sumatra di sekitar permukiman warga Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), membuat aktivitas masyarakat terganggu. Pemerintah setempat mengambil langkah antisipasi dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring.

    Kebijakan tersebut dilakukan setelah warga menemukan tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut di sekitar kawasan permukiman. Jejak kaki harimau ditemukan tidak jauh dari rumah warga, sementara sejumlah hewan ternak dilaporkan terluka hingga hilang diduga akibat serangan satwa liar tersebut.

    Kondisi itu membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan. Suasana lingkungan desa pun menjadi lebih sepi karena masyarakat mengutamakan keselamatan sambil menunggu penanganan dari pihak berwenang.

    Kepala Desa Sungai Danai, Halim, mengatakan pihak pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau untuk meminta penanganan terhadap konflik satwa tersebut.

    "Kemunculan harimau di Desa Sungai Danai sangat meresahkan masyarakat. Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak demi keselamatan bersama," ujar Halim.

    Menurutnya, surat permintaan penanganan telah disampaikan kepada BKSDA Riau agar tim penanganan konflik satwa segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta langkah evakuasi apabila diperlukan.

    Selain mengimbau masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pendidikan juga mengambil langkah pencegahan terhadap risiko keselamatan pelajar dan tenaga pendidik.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Abdul Rasyid mengatakan seluruh satuan pendidikan di Desa Sungai Danai telah diarahkan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar secara langsung.

    "Siswa, guru, dan tenaga kependidikan dibebaskan dari kehadiran fisik. Proses pembelajaran dialihkan secara daring dari rumah masing-masing sampai kondisi dinyatakan aman," jelasnya.

    Hingga kini, warga bersama pemerintah desa masih menunggu kedatangan tim BKSDA Riau untuk melakukan penanganan di lapangan. Pemerintah berharap konflik antara manusia dan satwa liar tersebut dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan normal.

    Harimau sumatra merupakan satwa dilindungi yang keberadaannya terus mendapat perhatian, terutama ketika memasuki wilayah aktivitas manusia. Penanganan konflik dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa tersebut.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Jejak Harimau Muncul di Desa Sungai Danai Inhil, BKSDA Riau Diminta Turun Tangan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait