Daftar Isi

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Bobby Rachmat(ft:MCR)
LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru – Provinsi Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data infografis yang dirilis GoodStats melalui media sosial Instagram pada Kamis (16/4), Riau menempati peringkat kedua sebagai provinsi dengan tingkat kerukunan antarumat beragama tertinggi di Indonesia.
Dalam data tersebut, Riau hanya terpaut tipis 0,02 poin dari posisi pertama yang ditempati Nusa Tenggara Timur. Selisih yang sangat kecil ini menunjukkan tingginya tingkat toleransi dan keharmonisan yang terbangun di tengah masyarakat Riau.
Secara rinci, indeks kerukunan antarumat beragama menempatkan Nusa Tenggara Timur di posisi puncak dengan nilai 84,25, disusul Riau dengan skor 84,23. Peringkat berikutnya ditempati Kepulauan Riau dengan nilai 82,21, kemudian Bali sebesar 81,77, serta Sulawesi Utara dengan skor 81,33.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Bobby Rachmat, membenarkan capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini merupakan hasil nyata dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat luas.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selama ini menjadi wadah komunikasi lintas agama di Riau. FKUB dinilai mampu menjembatani berbagai perbedaan sehingga tercipta suasana yang kondusif dan harmonis.
“Peringkat ini adalah hasil kerja bersama antara Pemprov Riau, FKUB, dan para tokoh agama yang terus menjaga komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya di Pekanbaru.
Ia menambahkan, tingginya tingkat kerukunan juga didukung oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Masyarakat Riau dinilai memiliki komitmen kuat untuk hidup berdampingan secara damai meskipun berasal dari latar belakang suku dan agama yang beragam.
Keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama dalam memperkokoh persatuan. Dengan pendekatan yang humanis dan inklusif, seluruh elemen masyarakat mampu merawat nilai-nilai kebhinekaan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah bersama FKUB terus menggencarkan berbagai program untuk memperkuat toleransi, mulai dari dialog lintas agama hingga kegiatan sosial bersama. Upaya ini juga diiringi dengan edukasi mengenai pentingnya moderasi beragama guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.
Bobby optimistis capaian ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat akan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga harmoni di Bumi Lancang Kuning.
“Walaupun masyarakat Riau terdiri dari berbagai suku dan agama, kami tetap berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.(rie)







Komentar