Ekonomi Riau Tumbuh Stabil, Pendapatan Negara Capai Rp20,58 Triliun

Daftar Isi


    Ilustrasi

    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru- Kinerja APBN Regional Riau hingga 31 Oktober 2025 menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah tekanan global. Pemerintah pusat dan daerah dinilai mampu menjaga stabilitas fiskal dan momentum pertumbuhan, meski dunia masih dibayangi ketidakpastian, mulai dari potensi shutdown pemerintahan Amerika Serikat hingga dinamika hubungan dagang AS–China.

    Kepala Kanwil DJPb Riau, Heni Kartikawati, menegaskan bahwa koordinasi dan kebijakan yang terukur menjadi kunci terjaganya kinerja ekonomi. “Meski situasi global berfluktuasi, ekonomi Indonesia dan Riau tetap stabil dan menunjukkan ketahanan yang baik,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

    Ekonomi Riau pada triwulan III 2025 tumbuh 4,98 persen (yoy), menandakan aktivitas industri dan perdagangan masih bergerak positif. Stabilitas ini juga didukung kualitas pembangunan manusia yang membaik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Riau mencapai 76,31, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

    Dari sisi fiskal, kinerja pendapatan negara menjadi sorotan utama. Total penerimaan APBN di Riau mencapai Rp20,58 triliun atau tumbuh 29,38 persen dibanding periode sama tahun lalu. Lonjakan ini didorong kuat oleh optimalisasi penerimaan Bea Cukai, terutama melalui Bea Keluar komoditas CPO yang tumbuh signifikan hingga 349,31 persen. “Ini bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam sektor ekspor memberikan dampak nyata bagi penerimaan negara,” jelas Heni.

    Meski pendapatan pajak tercatat menurun akibat meningkatnya restitusi PPN, pemerintah menilai hal tersebut sebagai bentuk layanan dan pemenuhan hak wajib pajak yang tetap harus dijaga. Sementara itu, Belanja Pemerintah Pusat di Riau turun 20,13 persen. Penurunan ini bukan disebabkan perlambatan kegiatan, tetapi hasil dari efisiensi anggaran dan perencanaan yang lebih tepat sasaran.

    Transfer ke Daerah (TKD) juga tetap terjaga dan bahkan tumbuh 1,29 persen, terutama karena meningkatnya Dana Bagi Hasil (DBH). Secara keseluruhan, APBN Riau mencatatkan defisit sebesar Rp5,4 triliun, namun angka ini lebih rendah dari target pemerintah pusat, menandakan pengelolaan fiskal yang semakin disiplin.

    Heni menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan program pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan, meski berada dalam situasi global yang penuh tantangan.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Ekonomi Riau Tumbuh Stabil, Pendapatan Negara Capai Rp20,58 Triliun
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar