Daftar Isi
SIAK, Lancangkuning.com - Kabupaten Siak akan menerima Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari pembangunan Tol Trans Sumatera, ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) sebesar Rp8,9 miliar per tahun.
Angka itu didapat, setelah dilakukan pertemuan dengan 5 kabupaten/kota yakni Kabupaten Siak, Pekanbaru, Dumai, Bengkalis dan Kampar serta dihadiri kontraktor sekaligus sebagai operator dan penanggung jawab PT Hutama Karya (HK).
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat menghadiri acara penandatanganan dan penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai, di Kantor Walikota Pekanbaru Lantai 6 Tenayan Raya, Selasa (6/7/21).
"Pertemuan pertama, kemarin dilakukan di Pekanbaru, kemudian pertemuan kedua di Dumai, ketiga di Bengkalis dan hari ini di Pekanbaru, dalam pertemuan ini sudah ditemukan berapa nilai tagihan yang harus dibayar PT HK," kata Husni.
Husni mengatakan, pertemuan itu dihadiri 5 kabupaten/kota, yakni Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Kampar dan Siak, dan juga dihadiri dari PR Hutama Karya (HK) yakni kontraktor sekaligus operator tol Pekanbaru-Dumai.
Dalam acara itu, setelah ditandatangani SPPT PBB-P2, Husni menyerahkan tagihan PBB-P2 kepada PT HK, yang merupakan operator atau penanggungjawab tol Pekanbaru-Dumai.
"Alhamdulillah, Siak mendapat keberkahan, tidak hanya jalan tol saja yang membentang dari Minas sampai Kandis, di dalam tol tersebut memunculkan tagihan bagi Siak yakni PBB Rp8,9 miliar, dan ini merupakan hal yang patut disyukuri karena tagihan PBB itu bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang bisa dijadikan untuk pembangunan di Kabupaten Siak," ujar mantan pimpinan BUMD di Siak itu.
Husni mengatakan, PBB itu akan diterima Pemerintah Kabupaten Siak setiap tahun dan akan diperbaharui nilainya setiap tahunnya.
"Di acara itu, saya juga didampingi Plt Kepala BKD ibu Robiati, nilai PBB Rp8,9 miliar itu didapat setelah dilakukan penilaian oleh, tim penilai antara yang tergabung dari 5 kabupaten/kota ini," ucapnya.
Husni berharap, dengan menambahnya PAD ini, bisa menjadi berkah untuk Kabupaten Siak, dan bisa menambah energi untuk membangun Kabupaten Siak yang lebih maju.
Menurutnya, keberkahan itu tidak hanya mempermudah akses ke kecamatan juga mendapat pajak PBB-P2 tol.
''Alhamdulillah, kita dapat satu satunya pajak terbesar Rp8,9 miliar per tahunnya. Angka ini akan bisa bertambah sesuai dengan evaluasi hitungan seperti rest area dan pintu tol yang belum dibuka seperti pintu tol kandis utara"ucap husni merza.
Musim pandemi saat ini kata Husni, sumber pendapatan bagi daerah seperti ini sangat diharapkan, untuk pemulihan ekonomi masyarakat.
"Dengan penambahan dana pajak Rp8,9 miliar, kita akan mempergunakan sebaik baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang program pemberdayaan UMKM khususnya masyarakat yang berdampak ekonominya dari tol permai ini," tutupnya.
Ruas tol dengan panjang 131 Km itu melintasi empat kabupaten/kota, yakni Kota Pekanbaru sepanjang 1,4 Km, Kabupaten Kampar 8,8 Km, Kabupaten Siak sepanjang 43,8 Km, Kabupaten Bengkalis 59 Km serta Kota Dumai sepanjang 16,5 Km. (Gs)
Komentar