Daftar Isi
Foto: Istimewa
Lancang Kuning, PEKANBARU - Sebagian anak-anak di beberapa daerah di Indonesia, kini menghadapi ancaman ganda selama pandemi Covid-19. Sebab, data menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang-orang terdekat terus meningkat selama di rumah. Selain Covid-19, kekerasan pun juga turut menyerang kesehatan mental anak-anak selama pandemi berlangsung.
Di bidang pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah bagi seluruh siswa di Indonesia.
Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan pada dunia pendidikan. Sistem pembelajaran jarak jauh ini ternyata menimbulkan kecemasan bagi orang tua yang mendampingi anaknya saat menerima pendidikan.
Perubahan drastis yang terjadi pada rutinitas sehari-hari ini tidak jarang menyebabkan keluarga mengalami konflik antaranggota keluarganya akibat timbulnya rasa bosan, jenuh, dan penat yang dialami.
Tak jarang tindak kekerasan muncul di lingkungan keluarga disebabkan orang tua tak dapat lagi menahan emosi, banyak orang tua yang kewalahan membagi waktu antara pekerjaan kantor, pekerjaan rumah lalu ditambah mendampingi anak saat belajar online.
Pemerintah Provinsi merespon hal ini dengan mengeluarkan program yang dikenal Pelayanan Digital Pusat Pembelajaran Keluarga atau dikenal PADI PUSPAGA, program yang mengedukasi orang tua ini tayang perdana secara langsung di media Sosial instagram @puspaga.riau pada hari Sabtu (05/06/21) dengan tema manajemen emosi orang tua saat menemani anak daring dan direspon positif oleh warganet.
Hal ini merupakan jawaban bagi orang tua dan keluarga yang selama ini belum mempunyai tempat bertanya yang tepat, sedangkan bila keluar rumah ada ketakutan tertular covid-19 di keramaian.
Salah satu penonton bernama Maya menyebutkan program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu muda yang sedang mencari solusi dalam mendampingi anak di era pandemi.
“Terimakasih Pemprov Riau sudah menyediakan layanan seperti ini. Selama pandemi banyak permasalahan kami sebagai orang tua terjawab, layanan PADI PUSPAGA ini memberikan edukasi kepada masyarakat tanpa harus keluar rumah," ujar Maya.
Inovasi pelayanan digital Puspaga ini dinisiasi oleh Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Pendidikan Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, PengendalianPenduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau Anggi Wahyuni, yang banyak menerima curhatan dari masyarakat yang sedang mengalami masalah dalam mendampingi anak sekolah dari rumah. Ada kecemasan ke tempat keramaian bila ingin berkonsultasi harus ke rumah sakit atau psikolog.
“Kita semua, khususnya orang tua saat ini dihadapkan dengan kondisi tak biasa dalam mendidik anak. Pasti ada rasa stres dalam membagi waktu antara pekerjaan, semoga layanan ini bermanfaat bagi masyrakat luas,” ucap Anggi.
Di temui di lain kesempatan, Ketua TP PKK Provinsi Riau, Misnarni Syamsuar turut mendukung layanan masyarakat berbasis digital. Menurutnya Puspaga ini merupakan layanan edukasi kepada keluarga, dengan diberi inovasi layanan digital seperti ini diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas lagi oleh masyarakat di era pandemi Covid 19 seperti ini.
"Mengurangi tingkat kekerasan pada anak yang meningkat selama pandemi, tentunya melalui berbagai tema yang menarik,” ungkap Misnarni.
Layanan digital ini sembari mendukung program Gubernur Riau dalam mencanangkan Riau Digital di era pandemi covid 19, dimana Riau Digital ini diharapkan dapat melahirkan berbagai program layanan pemerintah berbasis web dan meminimalisir tatap muka saat pelayanan dan memutus mata rantai covid-19. (LK/MCR)
Komentar