Daftar Isi

Foto: Iluatrasi sawit
Lancang Kuning, PEKANBARU - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulfadli melalui Kabid pengelolah dan pemasaran Defris Hatmaja, menyampaikan hasil penetapan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode 26-1 September 2020.
Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru
Ia menjelaskan, bahwa kelapa sawit di Riau naik sebesar Rp 10,01/Kg atau mencapai 0,50 persen dari harga minggu lalu. " Ini terjadi pada semua kelompok umur, tapi jumlah kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun," ucap Defris pada Rabu (26/8).
Baca Juga:Tempat Wisata di Riau
Sehingga harga pembelian TBS petani sawit yang ditetapkan oleh Disbun Provinsi Riau satu Minggu Kedepan naik menjadi Rp 2,012,58/Kg. Hal ini, lanjut Defris disebabkan berbagai faktor diantaranya faktor internal dan eksternal.
Baca Juga: Kapolres Inhil Ikuti Zoom Meeting Peresmian Jaga Kampug Nusantara Polda Riau
Untuk faktor internal sendiri, kenaikan itu disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.
Sementara dari faktor eksternal, kenaikan harga TBS minggu ini karena output CPO Malaysia pada Juli 2020 turun 4 persen dari bulan sebelumnya menjadi sebesar 1,8 juta ton.
Meskipun negara itu memasuki puncak musim produksi, persediaan minyak sawit Malaysia juga turun hampir 11 persen secara bulanan menjadi 1,69 juta ton pada akhir Juli 2020.
" Ini berdasarkan rilis data produksi dan ekspor itu mencuat bersamaan dengan prospek pemulihan permintaan di beberapa negara konsumen utama CPO, seperti China dan India, yang kembali meningkat," terangnya.
Kendati demikian, India dikabarkan akan segera mengangkat kebijakan lockdownnya sehingga mencerahkan prospek permintaan yang selama ini tidak begitu baik. Sementara itu, di China terus memberikan sinyal pertumbuhan ekonominya semakin membaik dan juga diyakini siap memborong CPO untuk memenuhi kebutuhan yang tertunda selama lockdown pada kuartal I/2020.
Belum lagi dari indeks dolar AS yang mulai kembali menguat sehingga melemahkan ringgit dan membuat CPO menjadi lebih murah bagi investor dengan denominasi mata uang asing lain. Adapun, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama berada di level 93,138.
Oleh karena itu, diprediksi harga CPO dapat menyentuh level 3.400 ringgit per ton hingga akhir tahun didukung banyaknya katalis positif yang tersebar di pasar. Harga CPO masih berada di jalur bullish yang juga akan dorong sentimen penyerapan dari Indonesia yang tinggi.
Berikut daftar harga TBS sawit Riau periode 26-1 September 2020 yang ditetapkan Dinas Perkebunan Provinsi Riau berdasarkan hasil rapat.
Umur 3th (Rp 1.482,12);
Umur 4th (Rp 1.606,34);
Umur 5th (Rp 1.756,57);
Umur 6th (Rp 1.798,91);
Umur 7th (Rp 1.869,09);
Umur 8th (Rp 1.920,83);
Umur 9th (Rp 1.966,28);
Umur 10th-20th (Rp 2.012,58);
Umur 21th (Rp 1.926,55);
Umur 22th (Rp 1.916,81);
Umur 23 th (Rp 1.908,69);
Umur 24 th (Rp 1.827,53);
Umur 25 th (Rp 1.782,90);
Indeks K : 88,57%
Harga CPO Rp. 9.162,97
Harga Kernel Rp. 4.825,64
NAIK Rp 10,01 per Kg utk umur 10-20 th. (Dan/LK)







Komentar