Usai Penutupan TMMD ke-106, Danrem Riau Hadiri Ramah Tamah di Tembilahan

Daftar Isi

     

    Foto: Humas

    LancangKuning.Com, INHIL - Usai meresmikan TMMD di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), rombongan Gubernur Riau diwakili Kepala Satpol PP Provinsi Riau, Kapolda Riau, Danrem 031 Wirabima, dan Danlanud Roesmin Noerjadin, menghadiri ramah tamah dengan Pemkab Inhil serta masyarakat, Kamis (31/10/2019).

    Baca Juga: Danrem Riau dan Bupati Tutup Program TMMD ke-106 Kodim Inhil 0314 di Desa Sanglar

    Acara berpusat di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, acara turut diramaikan oleh pelajar SMA yang ada di wilayah Kecamatan Tembilahan dan Tembilaham Hulu.

    Baca Juga: Tes CPNS 2019, Pemko Pekanbaru: masih menunggu juknis pelaksanaan

    Pada kesempatan itu, Bupati Inhil Drs HM Wardan MP menjelaskan tentang Kabupaten Inhil, mulai dari geografisnya, keragaman, hingga potensi daerah yang ada di Inhil.

    "Masyarakat Inhil terdiri dari beraneka ragam suku bangsa. Jika boleh dikatakan Indragiri Hilir ini merupakan miniatur Indonesia, namun selalu hidup rukun dan damai, selalu bergandengan tangan dalam membangun Kabupaten Indragiri Hilir," tutur Bupati.

    Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru

    Kabupaten Inhil yang merupakan daerah aliran sungai, imbuhnya, memiliki bentangan pantai yang sangat luas, serta memiliki hutan mangrove terluas se-Indonesia. Mangrove yang ada di Inhil adalah hutan mangrove alami semula jadi, bukan hasil tanaman masyarakat.

    Selain itu Inhil juga memiliki adalah kontributor terbanyak dalam memenuhi kebutuhan beras se-Provinsi Riau, karena ladang padi di Inhil merupakan sawah terluas di Provinsi Riau.

    "Mulai periode ini, program pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir menitikberatkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan, sekarang di seluruh desa sudah terbentuk BUMDes, melalui lembaga ekonomi desa inilah dikelola potensi daerah," terang Wardan.

    Baca Juga: Tempat Wisata di Riau

    Tidak hanya itu, sebagai orang Melayu yang menjunjung tinggi moral dan agama, Bupati menyebut Inhil memiliki Program Maghrib Mengaji dan 1 Desa/ Kelurahan 1 Rumah Tahfidz. Program ini bertujuan agar memberi wadah kepada para generasi muda untuk aktif pada kegiatan yang positif.

    Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSi mengutarakan peran TNI-Polri dan masyarakat tidak bisa dipisahkan.

    "Kita bersama untuk membangun Indragiri Hilir. Sekarang kami melakulam Operasi Zebra untuk menindak pelanggaran lalu lintas. Harapan kami agar masyarakat Indragiri Hilir bisa mematuhi peraturan lalu lintas, tujuannya bagaimana kita menjaga diri kita untuk selamat," ungkapnya.

    Dalam waktu dekat, pihak kepolisiam akan menggelar Operasi Antik. Tujuannya supaya masyarakat terbebas dari jerat narkoba.

    "Karena narkoba tidak hanya tubuh kita yang hancur tapi juga ekonomi. Gara-gara narkoba juga bisa menimbulkan hubungan yang tidak baik, dan memicu kejahatan lainnya," tukas Kapolda.

    Sementara itu, Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Mohammad Fadjar MPICT membuat suasana hidup dengan mengajak para pelajar untuk menggaungkan yel-yel semangat. Dirinya menjelaskan sedikit tentang TMMD.

    "Dulu namanya AMD (Abri Masuk Desa) sekarang berubah nama menjadi TMMD yang fungsinya sama, yaitu untuk membantu percepatan pembangunan di daerah yang sulit dan tertinggal," katanya.

    Danrem juga bersyukur dan berterimakasih atas keramah tamahan masyarakat Inhil. Menurutnya sikap tersebut merupakan satu warisan budaya timur yang masih kental dan melekat.

    "Masyarakat di Tembilahan membuat suasana hati kami enak. Ini adalah wujud budaya timur yang belum luntur. Terus pertahankan budaya timur ini supaya norma, moral, etika tidak luntur," sebutnya.

    Berkaitan dengan media sosial, Danrem berharap agar seluruh lapisan masyarakat bijak dalam menggunakannya. Karena melalui media sosial yang dipergunakan ke arah menyimpang dapat menimbulkan konflik.

    "Kita harus memperhatikan ketahanan wilayah. Wilayah bisa diserang dengan hal buruk. Harapan kami kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua ormas, ketua-ketua organisasi lain supaya banyak memberikan arahan di kelompok masing-masing. Contoh tentabg pembakaran lahan, sampaikan bahwa membakar lahan itu merugikan negara, juga diri sendiri, hingga membuat harga diri turun karena dicaci sama negara tetangga," pungkasnya. (LKC)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Usai Penutupan TMMD ke-106, Danrem Riau Hadiri Ramah Tamah di Tembilahan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait