Daftar Isi
Saat ini, belajar mengaji tidak harus dilakukan dengan datang langsung ke tempat pengajian. Dengan adanya pembelajaran online, siapa pun bisa belajar mengaji dari rumah dengan jadwal yang lebih fleksibel dan pilihan pengajar yang beragam. Namun, agar proses belajar tetap terarah, penting juga untuk memilih platform yang memiliki kurikulum ngaji online yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan peserta.
Kurikulum yang tersusun rapi membantu peserta mengetahui tahapan belajar, mulai dari materi dasar hingga materi berikutnya sesuai dengan kemampuan. Selain itu, kemudahan dalam mengikuti proses belajar, seperti pendaftaran, penempatan level, dan akses materi, juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Berikut tujuh platform ngaji online dengan kurikulum yang tersusun rapi dan mudah diikuti.
1. Kelas Ngajiku
Kelas Ngajiku menyusun proses belajarnya lewat alur yang konsisten di setiap sesi: contoh materi, praktik membaca, koreksi, lalu latihan. Sebelum mulai, peserta dapat berkonsultasi dengan admin mengenai pengalaman dan kebutuhan belajarnya, kemudian diarahkan ke kelompok yang sesuai. Peserta yang baru mulai dari nol juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan arahan kelompok yang sesuai.
Kurikulum ini juga didukung dua pilihan ritme belajar. Kelas Ringan berlangsung setiap Sabtu, sedangkan Kelas Rutin berlangsung Senin-Jumat. Keduanya memiliki durasi 60 menit dan maksimal 6 murid per kelas, sehingga peserta tetap dapat mengikuti tahapan pembelajaran bersama kelompok kecil.
Keunggulan Kelas Ngajiku:
-
Alur belajar konsisten: contoh materi, praktik, koreksi, dan latihan.
-
Peserta dapat berkonsultasi dengan admin sebelum menentukan kelompok.
-
Bisa mulai dari nol dan diarahkan ke kelompok yang sesuai.
-
Kelas Ringan setiap Sabtu dan Kelas Rutin Senin–Jumat.
-
Maksimal 6 murid dalam satu kelas.
-
Durasi belajar 60 menit setiap sesi.
-
Mendapat laporan progres setiap pertemuan.
-
Kelas laki-laki dan perempuan dipisahkan, dengan pengajar ustadz atau ustadzah masing-masing.
Dengan sistem tersebut, Kelas Ngajiku cocok bagi yang ingin mengikuti proses belajar mengaji secara rutin dengan alur yang jelas dan dilakukan dari rumah. Informasi lebih lengkap dapat dilihat di kelasngajiku.com.
2. SyariHub
SyariHub menggunakan pendekatan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta melalui sistem 1 murid 1 guru. Artinya, peserta tidak harus mengikuti tahapan yang sama dengan orang lain.
Materinya dapat dimulai dari dasar membaca Al-Qur'an, kemudian berkembang ke kelancaran membaca, tahsin dan tajwid, hingga tahfidz. Peserta juga dapat meminta materi pembelajaran sesuai kebutuhan, sehingga arah belajar bisa disesuaikan dengan target masing-masing.
Pendekatan tersebut membuat SyariHub cocok bagi peserta yang menginginkan kurikulum yang fleksibel secara personal, terutama ketika kemampuan awal dan target belajarnya berbeda-beda.
3. Quran Edu Center
Quran Edu Center bisa menjadi pilihan bagi yang mencari pembelajaran dengan kurikulum yang mengacu pada metode mengaji yang sudah banyak digunakan. Programnya menggunakan metode seperti Iqro, Ummi, dan Tilawati, sehingga proses belajar memiliki acuan yang lebih terstruktur.
Selain pembelajaran membaca Al-Qur'an, tersedia pula program seperti tahsin, tahfidz, dan terjemah Al-Qur'an. Kombinasi tersebut membuat peserta memiliki pilihan tahapan belajar sesuai dengan kemampuan dan target yang ingin dicapai.
4. Akademi Tahsin
Akademi Tahsin dari Wafa Indonesia dapat dipertimbangkan bagi yang mengutamakan kurikulum yang sistematis. Program pembelajarannya mencakup tahsin, tahfidz, dan irama Hijaz, sehingga peserta tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca, tetapi juga dapat melanjutkan ke kemampuan Al-Qur'an lainnya.
Kurikulum yang terstruktur menjadi nilai tambah bagi peserta yang ingin mengetahui tahapan belajar dengan lebih jelas dan mengikuti materi secara bertahap.
5. Markaz Imam An-Nawawi
Markaz Imam An-Nawawi memiliki cakupan pembelajaran yang cukup luas. Selain tahsin dan tahfidz, tersedia pula pembelajaran Bahasa Arab, Nahwu, dan Shorof.
Kurikulum seperti ini cocok bagi peserta yang ingin mengembangkan kemampuan secara lebih luas. Jadi, pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga dapat dilanjutkan dengan mempelajari dasar-dasar bahasa Arab untuk menunjang pemahaman materi keislaman.
6. Maca Quran School
Maca Quran School menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan usia dan jenjang peserta, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga umum. Pendekatan ini membuat materi lebih mudah disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta.
Metode seperti Iqra' dan Ummi juga menjadi bagian dari pembelajaran. Dengan pembagian berdasarkan jenjang, peserta dapat mengikuti materi yang lebih sesuai dengan usia dan kemampuan belajarnya.
Pilih Platform dengan Kurikulum yang Benar-Benar Terarah
Kurikulum yang baik dalam pembelajaran Al-Qur'an bukan hanya soal banyaknya materi yang tersedia. Yang lebih penting adalah bagaimana materi tersebut disusun dan disesuaikan dengan kemampuan peserta, sehingga proses belajar terasa jelas dan tidak membuat peserta bingung harus mulai dari mana.Beberapa ciri kurikulum ngaji online yang baik antara lain:
-
Memiliki tahapan belajar yang jelas
-
Sesuai dengan kemampuan peserta
-
Memiliki target pembelajaran
-
Ada praktik dan evaluasi
Dari enam pilihan di atas, Kelas Ngajiku bisa dipertimbangkan bagi yang menginginkan pembelajaran kelompok dengan alur yang terstruktur. Peserta diarahkan ke kelompok yang sesuai, kemudian mengikuti proses belajar melalui contoh materi, praktik membaca, koreksi, dan latihan. Pilihan Kelas Ringan dan Kelas Rutin juga membuat peserta dapat memilih ritme belajar sesuai kebutuhannya.
Sementara itu, SyariHub cocok bagi yang membutuhkan pendekatan kurikulum yang lebih personal. Dengan sistem 1 murid 1 guru, materi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan target peserta, mulai dari belajar membaca Al-Qur'an dari dasar hingga tahsin, tajwid, dan tahfidz.
Pilih platform ngaji online dengan kurikulum yang terstruktur, sesuai kemampuan, dan mendukung perkembangan peserta secara konsisten.







Komentar