Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Suasana duka menyelimuti prosesi pelepasan jenazah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, di Pekanbaru, Sabtu (18/5/2026). Sejumlah tokoh masyarakat, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, rekan sejawat, hingga masyarakat umum turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum almarhum dimakamkan di TPU Jalan Kartama.
Tampak hadir dalam takziah tersebut sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, Ketua PWI Pusat Akhmad Munir, anggota DPD RI Abdul Hamid, Bupati Siak Afni Zulkifli, mantan Gubernur Riau Andi Rachman, serta mantan Bupati Kampar Jefri Noer. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata besarnya penghormatan terhadap sosok almarhum semasa hidup.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam kesempatan itu menyampaikan duka mendalam atas kepergian Zulmansyah Sekedang. Ia menilai almarhum bukan hanya tokoh pers di Riau, tetapi juga figur penting dalam dunia jurnalistik nasional.
“Beliau adalah tokoh pers Riau sekaligus tokoh pers nasional. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi insan pers Indonesia. Kami semua sangat berduka,” ujar Akhmad Munir.
Ia juga mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang baik dan berdedikasi tinggi terhadap profesinya. Menurutnya, selama mengenal almarhum, Zulmansyah dikenal sebagai sosok yang bersahaja, berintegritas, dan memiliki komitmen kuat terhadap dunia jurnalistik.
“Saya bersaksi beliau orang yang sangat baik. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosanya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekdaprov Riau Syahrial Abdi juga menyampaikan penghormatan atas jasa-jasa almarhum dalam menjaga nama baik daerah. Ia menilai Zulmansyah telah berperan besar dalam mengangkat marwah Riau melalui karya-karya jurnalistiknya hingga dikenal di tingkat nasional.
“Almarhum adalah tokoh pers yang telah menjaga nama baik dan marwah Riau hingga ke tingkat nasional. Sosoknya dikenal ramah, namun tetap teguh memegang prinsip dan kaidah jurnalistik,” ungkap Syahrial.
Menurutnya, dedikasi dan pengabdian almarhum selama ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
“Kita doakan bersama agar segala yang telah beliau lakukan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tutupnya.
Kepergian Zulmansyah Sekedang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pers Indonesia yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.(rie)







Komentar