Daftar Isi

Foto: Hasil tangkapan CCTV pemilik Konter Kaafi Ponsel Tembilahan. (Dok. FB Dhayat)
Lancang Kuning, INHIL – Seorang pemilik akun Facebook bernama Dhayat membagikan pengalaman mengejutkan yang nyaris membuatnya menjadi korban penipuan menggunakan QRIS palsu oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 12 April 2026, sekitar pukul 11.57 WIB di sebuah konter yang berada di Jalan Baharuddin Yusuf, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Dalam keterangannya, Dhayat menceritakan bahwa saat itu seorang pria datang mengaku sebagai kurir dan ingin melakukan tarik tunai. Pria itu kemudian mengirimkan barcode QRIS milik konter kepada seseorang yang disebut sebagai konsumennya.

Foto: Bukti transfer Qris palsu yang diduga berasal dari konsumen (pelanggan kurir tersebut)
Tak lama berselang, terduga pelaku menunjukkan bukti transfer dari aplikasi DANA dengan nominal Rp102.000. Sekilas, bukti tersebut terlihat normal dan meyakinkan.
Namun, pemilik konter memilih untuk tidak langsung percaya dan melakukan pengecekan saldo terlebih dahulu. Hasilnya mengejutkan, uang yang masuk ke rekening hanya sebesar Rp102.
Kecurigaan pun muncul. Setelah diperiksa lebih lanjut, bukti transfer yang ditunjukkan oleh terduga pelaku ternyata merupakan hasil editan.

Foto: Postingan akun Dhayat di media sosial Facebook. (Dok. Dhayat)
Beruntung, transaksi tersebut belum sempat diproses sehingga kerugian dapat dihindari.
Dhayat mengingatkan bahwa modus penipuan seperti ini mulai marak terjadi. Ia mengimbau para pemilik usaha, khususnya konter, agar selalu waspada dan tidak mudah percaya hanya dengan melihat bukti transfer berupa tangkapan layar.
“Jangan pernah proses transaksi hanya dari screenshot. Wajib cek saldo yang benar-benar masuk,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa lebih baik membuat pelanggan menunggu beberapa saat untuk memastikan transaksi, daripada harus menanggung kerugian.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih teliti dalam melakukan transaksi digital, terutama yang menggunakan sistem QRIS. (LK/Har)







Komentar