Harga TBS Riau Menguat, Sentimen Positif dari Lonjakan CPO dan Kernel

Daftar Isi


    Ilustrasi

    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru- Angin segar kembali berhembus bagi pekebun kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau. Untuk periode 18–31 Maret 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan, memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha di sektor hulu sawit.

    Kenaikan ini merupakan hasil rapat penetapan harga yang digelar oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada 17 Maret 2026. Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, bersama tim penetapan harga yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

    Dalam penetapan minggu ke-9 tahun 2026, harga TBS dihitung berdasarkan regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 144 Tahun 2025. Penetapan ini mencakup rentang umur tanaman kelapa sawit mulai dari 3 hingga 30 tahun, sehingga mencerminkan kondisi riil produktivitas kebun di lapangan.

    Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yang mengalami peningkatan sebesar Rp160,47 per kilogram atau naik 4,36 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, harga TBS untuk umur tersebut kini ditetapkan menjadi Rp3.842,69 per kilogram dan akan berlaku selama dua minggu ke depan.

    Menurut Defris Hatmaja, penguatan harga ini tidak terlepas dari tren positif di pasar global, khususnya pada komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel). “Kenaikan harga minggu ini lebih dipengaruhi oleh meningkatnya harga CPO dan kernel di pasar,” ujarnya.

    Data menunjukkan bahwa harga penjualan CPO mengalami kenaikan sebesar Rp491,32 per kilogram. Sementara itu, harga kernel melonjak lebih tinggi, yakni mencapai Rp1.259,07 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini menjadi faktor utama yang mendorong naiknya harga TBS di tingkat petani.

    Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.435,00 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN berada di angka Rp14.660,00 per kilogram. Adapun harga rata-rata acuan yang digunakan dalam penetapan mencapai Rp15.267,68 per kilogram untuk CPO dan Rp15.504,00 per kilogram untuk kernel.

    Selain itu, indeks K yang digunakan dalam perhitungan tercatat sebesar 92,66 persen dengan harga cangkang sebesar Rp22,60 per kilogram. Indeks ini menjadi indikator penting dalam menentukan porsi harga yang diterima oleh pekebun.

    Dinas Perkebunan Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar semakin transparan dan berkeadilan. Upaya ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau bersama Kejaksaan Tinggi Riau guna memastikan sistem berjalan sesuai regulasi.

    Dengan tren kenaikan ini, diharapkan pendapatan petani sawit swadaya dapat meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di sektor perkebunan yang menjadi tulang punggung daerah.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Harga TBS Riau Menguat, Sentimen Positif dari Lonjakan CPO dan Kernel
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar