Serangan AS–Israel di Iran Tewaskan 425 Warga Sipil

Daftar Isi


    Serangan Israel dilaporkan menargetkan gedung milik lembaga penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), yang berada di ibu kota Teheran.(ft:bbcindonesia)

    LANCANGKUNING.COM,Jakarta-Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa sedikitnya 425 warga sipil, terdiri dari perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari 2026. Data tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi kementerian yang dirilis pada Minggu dan dimuat oleh Kantor Berita Fars.

    Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa dari total korban tewas, sebanyak 223 di antaranya adalah perempuan dan 202 lainnya merupakan anak-anak. Angka ini mencerminkan tingginya dampak serangan terhadap kelompok masyarakat sipil yang paling rentan.

    Kementerian Kesehatan Iran juga mengungkapkan bahwa di antara korban yang meninggal dunia terdapat tiga perempuan yang sedang hamil serta 12 anak yang masih berusia di bawah lima tahun. Selain korban tewas, setidaknya 41 anak lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

    Menurut pernyataan tersebut, serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur kesehatan di Iran. Tercatat sedikitnya 153 fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik, dan pusat layanan medis lainnya, mengalami kerusakan di berbagai wilayah negara itu.

    Kerusakan fasilitas kesehatan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu pelayanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan, terutama bagi para korban yang terluka akibat konflik yang sedang berlangsung.

    Permusuhan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat tajam sejak 28 Februari 2026. Pada tanggal tersebut, kedua negara melancarkan serangan militer gabungan ke sejumlah target di Iran.

    Serangan itu dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang secara keseluruhan. Di antara korban tewas juga terdapat pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut meninggal dunia dalam serangan tersebut.

    Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke sejumlah wilayah yang dianggap berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat dan sekutunya.

    Target serangan balasan Iran dilaporkan mencakup Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

    Situasi ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke wilayah yang lebih luas.

    Sumber: Anadolu.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Serangan AS–Israel di Iran Tewaskan 425 Warga Sipil
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait