Iran Siap Perang 6 Bulan Lawan AS–Israel, IRGC Isyaratkan Rudal Canggih Segera Dikerahkan

Daftar Isi


    Rudal-rudal balistik iran

    LANCANGKUNING.COM,Jakarta-Konflik militer antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel terus meningkat dan kini telah memasuki pekan kedua. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah berbagai serangan lintas negara terjadi dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan meluasnya perang regional.

    Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Minggu (8/3/2026) menegaskan bahwa Iran siap menghadapi perang intensif melawan Amerika Serikat dan Israel dalam jangka waktu yang cukup panjang. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, menyatakan bahwa kemampuan militer Iran dinilai cukup kuat untuk mempertahankan konflik berskala besar hingga enam bulan dengan intensitas pertempuran seperti saat ini.

    Menurutnya, hingga saat ini Iran bahkan belum mengerahkan seluruh kekuatan militernya dalam konflik tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar serangan yang dilakukan Iran masih menggunakan rudal generasi pertama dan kedua.

    “Sejauh ini Iran baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua,” ujar Naini.

    Ia menambahkan, dalam beberapa hari ke depan Iran kemungkinan akan mulai mengerahkan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan dalam operasi militer sebelumnya. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa konflik dapat semakin meningkat jika sistem persenjataan yang lebih modern benar-benar dilibatkan.

    Ketegangan kawasan meningkat drastis setelah Israel melancarkan sejumlah serangan terhadap target yang diduga terkait dengan Iran di berbagai negara Timur Tengah. Salah satu serangan paling menonjol terjadi di Beirut, Lebanon, ketika Israel menargetkan sejumlah komandan Iran di sebuah hotel tepi laut yang berada di pusat kota.

    Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang, berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan Lebanon. Target serangan disebut terkait dengan Pasukan Quds, unit operasi luar negeri dari IRGC yang selama ini berperan dalam berbagai operasi militer Iran di kawasan.

    Gelombang konflik juga berdampak ke sejumlah negara Teluk. Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone yang mengarah ke beberapa target strategis, termasuk kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh.

    Sementara itu, Kuwait mengungkapkan bahwa sebuah serangan drone menghantam tangki bahan bakar di bandara internasional negara tersebut. Insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan fasilitas energi dan transportasi di kawasan.

    Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar penerbangan di Kuwait turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah akibat meningkatnya ancaman keamanan di sekitar Selat Hormuz.

    Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia, yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dan gas global.

    Di dalam negeri Iran, pemerintah menuduh Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap sebuah depot minyak di ibu kota Teheran pada Sabtu. Serangan tersebut menjadi laporan pertama yang secara langsung menyasar infrastruktur energi Iran sejak konflik dimulai.

    Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar yang diduga digunakan untuk mendukung operasi militer Iran.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan operasi militer terhadap Iran. Ia menyatakan Israel akan melanjutkan perang dengan kekuatan penuh demi menekan kemampuan militer Teheran.

    Konflik semakin memanas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada pekan lalu dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.(cnbcindonesia/rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Iran Siap Perang 6 Bulan Lawan AS–Israel, IRGC Isyaratkan Rudal Canggih Segera Dikerahkan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar