Daftar Isi

Ilustrasi modifikasi cuaca penyemaian garam hujan.(ft:kompas.com)
Pekanbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau (BPBD Damkar) Riau menerima tambahan 15 ton garam semai untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam upaya percepatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dukungan logistik ini memperkuat langkah antisipatif pemerintah daerah di tengah meningkatnya titik panas pada awal tahun 2026.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah memperoleh bantuan awal sebanyak 8,5 ton garam semai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan tambahan terbaru tersebut, total pasokan garam yang tersedia kini semakin memadai untuk mendukung intensitas penyemaian di wilayah prioritas.
“Pada tahap awal, bantuan garam semai dari BNPB sebanyak 8,5 ton. Kini kami kembali menerima tambahan 15 ton untuk mendukung operasi lanjutan,” ujarnya.
Pelaksanaan OMC saat ini difokuskan di kawasan pesisir Riau yang mengalami penurunan curah hujan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, wilayah pesisir dinilai rentan karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi kering.
Per Ahad (22/2/2026), kegiatan penyemaian dilakukan di wilayah Kabupaten Siak dengan kapasitas satu ton garam untuk setiap sortie penerbangan. Strategi ini diharapkan mampu memicu hujan buatan guna menjaga kelembapan lahan serta mencegah perluasan titik api.
Di sisi lain, BPBD mencatat hingga saat ini terdapat 11 kabupaten/kota di Riau yang terdampak Karhutla dengan total luasan mencapai 1.041,74 hektare. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis (201,01 Ha), Kepulauan Meranti (13,40 Ha), Siak (63,53 Ha), Kampar (29,50 Ha), Pelalawan (612,30 Ha), Indragiri Hulu (1,20 Ha), Indragiri Hilir (64,70 Ha), Kuantan Singingi (1,50 Ha), Rokan Hilir (10 Ha), serta Kota Dumai (30,52 Ha) dan Pekanbaru (14,08 Ha).
Selain luasan lahan terbakar, terdeteksi pula 1.849 hotspot atau titik panas dengan 128 fire spot atau titik api. Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni dilaporkan telah berhasil mengendalikan kebakaran di sejumlah lokasi.
“Laporan dari daerah menyebutkan Karhutla sudah dapat ditangani. Curah hujan juga mulai merata di beberapa wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir,” jelas Jim Gafur.
Dengan tambahan logistik dan dukungan cuaca yang mulai membaik, pemerintah daerah optimistis risiko perluasan Karhutla dapat ditekan, sekaligus menjaga kualitas udara dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap stabil.(rie)







Komentar