Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru- Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, menjelaskan bahwa pada pekan ini terdapat lima titik operasi pasar murah yang tersebar di wilayah strategis. Kegiatan diawali pada Senin (23/2/2026) di halaman Kantor Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, sebagai upaya memperluas jangkauan intervensi hingga kawasan penyangga ibu kota provinsi.
Selanjutnya, fokus kegiatan dipusatkan di Pekanbaru selama empat hari berturut-turut. Pada Selasa (24/2), pasar murah digelar di halaman Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tangkerang Labuai. Rabu (25/2) berlanjut di halaman Kantor Lurah Delima, Kecamatan Binawidya. Adapun Kamis (26/2) dan Jumat (27/2) masing-masing berlangsung di halaman Kantor Lurah Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, serta Kantor Lurah Sialang Rampai, Kecamatan Kulim. Penentuan lokasi mempertimbangkan kepadatan penduduk dan aksesibilitas distribusi.
Dari sisi pasokan, distributor menyiapkan komoditas utama dalam volume signifikan setiap hari, antara lain 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, dan 500 kilogram beras SPHP. Selain itu, tersedia beras premium merek Anak Daro dan Sokan masing-masing 40 karung untuk kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram. Komoditas lain seperti 50 papan telur ayam, cabai, dan bawang merah turut melengkapi kebutuhan pokok rumah tangga.
Harga jual dipatok di bawah harga pasar guna memberikan ruang penghematan bagi konsumen. Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram. Beras premium Anak Daro dan Sokan dibanderol Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram. Gula pasir dijual Rp17.000 per kilogram, sementara minyak goreng berkisar Rp15.500 hingga Rp21.000 per liter, bergantung pada merek. Komoditas lain seperti garam dan tepung tapioka juga ditawarkan dengan harga kompetitif.
Operasi pasar dimulai pukul 08.30 WIB setiap hari. Pemerintah mengimbau masyarakat hadir tepat waktu serta menjaga ketertiban antrean. Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan ini juga mendorong kesadaran lingkungan dengan mengajak warga membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Melalui langkah ini, Pemprov Riau berharap tekanan inflasi pangan menjelang Ramadan dapat diredam, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas konsumsi berlangsung lebih stabil hingga Hari Raya.(rie)







Komentar