Daftar Isi

Film ini serentak tayang di Bioskop indonesia, tanggal 29 Januari 2026 termasuk itu di sejumlah Bioskop di Kota Pekanbaru.sejumlah Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau juga mendapat undangan menonton film yang di bintangi Revalina S Temat, Megan Domani dan Gunawan Sudrajat di XXI Mal SKA Pekanbaru.
Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? hadir sebagai potret getir tentang iman, cinta, dan ketulusan yang diuji dalam pusaran kehidupan rumah tangga.
Disutradarai oleh Jay Sukmo dan diproduseri oleh Robert Ronny, film religi ini tidak sekadar menyuguhkan drama keluarga, tetapi juga menghadirkan perenungan mendalam tentang makna ikhlas di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh.
Kisah bermula dari kehidupan Sarah (Revalina S. Temat), seorang perempuan yang menjalani pernikahan yang tampak harmonis bersama suaminya, Satrio (Gunawan Sudrajat), serta putri mereka, Laila (Annisa Kaila), yang telah beranjak remaja. Di balik keseharian yang sederhana dan hangat, Sarah menempatkan keluarga sebagai pusat semesta hidupnya. Ia percaya, cinta dan doa cukup untuk menjaga segalanya tetap utuh.
Namun keyakinan itu runtuh ketika Satrio menyampaikan niatnya untuk berpoligami dengan Annisa (Megan Domani), seorang resepsionis di tempatnya bekerja. Bagi Sarah, permintaan itu bukan sekadar soal izin, melainkan pengkhianatan terhadap janji dan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun. Menolak dimadu, Sarah memilih jalan yang paling menyakitkan: berpisah.
Perceraian membawa konsekuensi yang tak ringan. Sarah harus menanggung beban sebagai janda di tengah lingkungan yang gemar menghakimi, serta menghadapi konflik batin yang tak kunjung reda. Lebih dari itu, jarak emosional mulai tumbuh antara dirinya dan Laila. Sang putri harus belajar tumbuh tanpa figur ayah, sementara Sarah berjuang menahan rasa bersalah dan kehilangan dalam diam.
Dengan dukungan sahabat-sahabatnya, Sarah perlahan bangkit. Ia mendirikan butik kecil sebagai simbol kemandirian dan harapan baru. Di saat hidupnya mulai menemukan ritme, takdir kembali menguji. Satrio jatuh sakit parah. Kabar itu memaksa Sarah berhadapan kembali dengan luka lama yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam keputusan yang mengaduk-aduk perasaan, Sarah memilih menampung Satrio dan Annisa di rumahnya. Keputusan tersebut menjadi ruang ujian paling sunyi: mampukah ia benar-benar ikhlas, atau justru semakin terperangkap dalam luka yang terpendam? Setiap hari, Sarah bergulat dengan emosi yang bertabrakan—amarah, iba, cemburu, dan empati—hingga ia mulai mempertanyakan makna ketulusan yang selama ini ia yakini.
Sebagai manusia biasa, Sarah tak luput dari keraguan. Dalam doa-doa yang lirih, satu pertanyaan terus menggema di hatinya: Tuhan, benarkah Kau mendengarku?
Menghadirkan drama keluarga yang dekat dengan realitas sosial, film ini mengajak penonton merenungi makna keikhlasan, memaafkan tanpa melupakan, serta iman yang diuji bukan oleh kemewahan, melainkan oleh luka terdalam.(rie)







Komentar