Daftar Isi
Foto: Ilustrasi obat untuk pasien Covid-19 (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Lancang Kuning - Pemerintah berencana melakukan razia ke gudang-gudang obat Covid-19 mulai Kamis mendatang (8/7). Tindakan itu diambil lantaran harga obat di pasaran sudah melonjak naik dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah memberi kesempatan untuk para penjual obat mengembalikan harga obat seperti sedia kala.
"Apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat cukup tinggi atau terjadi kelangkaan, maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasikan keberadaannya," kata Luhut dalam jumpa pers daring, Senin (5/7).
Dia menyebut harga jual sejumlah obat-obatan sudah meroket. Luhut mencontohkan harga Ivermectin yang semula di bawah Rp10 ribu, kini sudah dijual puluhan ribu Rupiah.
Luhut menyampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah membuat ketentuan harga eceran obat-obatan Covid-19. Dia meminta produsen dan penjual obat mengikuti ketentuan itu.
Dia menugaskan kepolisian untuk merazia gudang-gudang penimbun obat. Menurutnya, kepolisian bisa menyeret para penimbun ke jalur hukum.
"Kamis tidak boleh terjadi kelangkaan. Kita jangan diatur oleh orang-orang yang serakah," ujarnya.
"Kita harus tindak tegas. Kita sudah peringatkan dan tidak mendengarkan peringatan kita, kita akan tindak tegas," ujar Luhut, dilansir LKC dari CNN indonesia.com
Sementara itu, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya bakal melakukan patroli bersama guna mencegah terjadinya kelangkaan obat-obatan di wilayah Jakarta. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Hendro Pandowo mengatakan patroli ini merupakan tindak lanjut dari instruksi yang disampaikan Luhut.
Selain patroli, kata Hendro, pihaknya juga bakal menerjunkan personel untuk melakukan tindakan tegas jika terbukti ada oknum yang melakukan penimbunan.
"Juga menurunkan baik petugas terbuka maupun tertutup untuk melakukan tindakan tegas, penyidikan jika ada orang-orang yang masih memanfaatkan nyawa orang lain untuk menimbun keuntungan," tuturnya. (LK)
Komentar