Hukum Dan Fenomensi Sirkuit Magnetik

Daftar Isi

    LancangKuning - Gaya Lorentz terjadi ketika kabel penghantar listrik berada dalam medan magnet. Besarnya gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnet, panjang penghantar, dan arus listrik yang mengalir pada kabel penghantar. Besarnya gaya Lorentz dapat ditentukan dengan rumus:

    F = BIL

    Dimana: F = gaya Lorentz (newton)

    B = kekuatan medan magnet (tesla)

    I = arus listrik (ampere)

    L = panjang kabel konduktor (meter)

    Gaya Lorentz ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan.

    Aturan Gaya Lorentz

    Alat-alat yang ada dalam kehidupan sehari-hari yang dimanfaatkan oleh gaya Lorentz adalah: bor listrik, kipas angin, blender, mixer, pengering rambut, penyedot debu, dan mesin cuci.

    HUKUM FARADAY

    Secara eksperimental Faraday menemukan bahwa ada potensi yang dapat dihasilkan di ujung konduktor atau kumparan dengan memberinya perubahan fluks magnet. Hasil percobaan dirumuskan sebagai berikut.

    "Ggl yang di induksi yang timbul di ujung konduktor atau koil sebanding dengan laju perubahan fluks magnet yang dihubungkan oleh loop atau koil konduktor"

    Dari rumus di atas maka dapat dituliskan persamaan seperti di bawah ini. Rasionya adalah jumlah putaran.

    informasi:

    â = ggl yang di induksi (volt)

    N = JUMLAH putaran

    Hukum Faraday memperkenalkan besaran yang disebut fluks magnet. Fluks magnet melambangkan banyaknya garis gaya magnet. Dalam besaran ini, kekuatan medan magnet didefinisikan sebagai kerapatan garis-garis gaya magnet. Dari dua definisi ini, hubungan berikut dapat dirumuskan.

    φ = B A cos θ

    informasi:

    φ = fluks magnet (Weber atau Wb)

    B = induksi magnet (Wb / m2)

    A = luas penampang (m2)

    θ = sudut antara induksi magnet dan medan normal

    Dari persamaan di atas terlihat bahwa ada tiga kemungkinan perubahan fluks magnet. Pertama, terjadi karena adanya perubahan medan magnet B. Kedua, terjadi karena adanya perubahan luas penampang, misalnya kawat yang bergerak dalam medan magnet. Ketiga, terjadi karena adanya perubahan sudut θ, misalnya kumparan berputar: generator.

    HUKUM BIO-SAVART

    Ketika Hans Christian Oersted melakukan eksperimen untuk menjaga hubungan antara listrik dan magnet, dia belum menghitung besarnya magnet pada suatu titik di sekitar kabel arus. Berdasarkan percobaan bantuan medan magnet pada titik P yang dibantu oleh kawat konduksi dl dengan arus listrik I, dapat disimpulkan bahwa besarnya kekuatan medan magnet tersebut (yang kemudian dinamakan induksi magnet yang diberikan). simbol B) di titik P:

    HUKUM LENZ

    Hukum Lenz adalah hukum fisika yang memberikan pernyataan tentang induksi GGL (Electric Motion Force). Hukum Lenz memberikan penjelasan tentang arah arus induksi yang disebabkan oleh ggl yang di induksi.

    Pernyataan Hukum Lenz

    Jika kegagalan induksi terjadi dalam suatu rangkaian, maka arah arus induksi yang dihasilkan sedemikian rupa sehingga menimbulkan medan magnet induksi yang meningkatkan perubahan medan magnet (arus induksi mencoba untuk menjaga fluks magnet total tetap konstan) "

    Arah arus induksi menurut hukum Lenz (a) magnet.

    Lebih memahami untuk memahami hukum Lenz, laporan gambar di atas. Ketika posisi magnet dan kumparan tidak bergerak, tidak terjadi perubahan fluks magnet pada kumparan. Namun, ketika kutub utara magnet digerakkan oleh kumparan, terjadi perubahan fluks magnet. Dengan demikian akan terjadi fluks magnet yang berlawanan dengan kenaikan fluks magnet yang menembus kumparan. Oleh karena itu, arah fluks yang di induksi harus berlawanan dengan fluks magnet. (erma)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Hukum Dan Fenomensi Sirkuit Magnetik
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar