Cara - Cara Manipulatif Dalam Periklanan

Daftar Isi

    LancangKuning.com - Terlepas dari upaya regulasi yang meningkat ini, periklanan tetap merupakan industri yang berpengaruh yang kekuatannya seringkali tidak terkendali. Meskipun banyak iklan pintar benar-benar di atas papan, konsumen akan bijaksana untuk terus mempertanyakan apa yang mereka lihat, dengar, dan baca. Berikut adalah tujuh cara pengiklan berhasil menipu konsumen.

    1. Antropomorfisme

    Salah satu cara pengiklan mendapatkan perhatian kita adalah dengan memberikan kualitas manusia kepada benda atau makhluk non-manusia. Marc Andrews menunjukkan bahwa jenis huruf pada logo Heineken secara licik menunjukkan bahwa "e" tersenyum karena cara mereka miring.

    Meskipun kita mungkin tidak secara sadar menyadarinya, detail kecil ini dapat mengubah persepsi merek. World Wildlife Fund juga memanfaatkan antropomorfisme, yang sering memberi hewan karakteristik manusia dalam iklannya untuk membuat para pemirsa merasakan kedekatan emosional atau empati dengan hewan itu.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Pekanbaru

    2. Bukti sosial

    Popularitas situs dan aplikasi ulasan konsumen adalah bukti seberapa besar nilai yang diberikan konsumen saat ini pada umpan balik pelanggan. Merek tahu ini, dan mereka sekarang menggunakan "suka" Facebook dan bentuk persetujuan sosial lainnya untuk mengiklankan produk mereka.

    Marc Andrews, salah satu penulis Hidden Persuasion, menjelaskan bahwa bahkan klaim seperti "Mayoritas orang lebih suka Wonder Bread" dapat memiliki pengaruh besar pada perilaku manusia. Ketika perusahaan menggunakan bukti sosial dengan cara ini, konsumen cenderung mengubah persepsi mereka dengan cepat, seringkali sebelum mereka sadar untuk memeriksa klaim legitimasi.

    3. Mengakui resistensi

    Transparansi, atau ilusi transparansi, adalah salah satu cara merek mencoba menggunakan resistensi konsumen untuk keuntungan mereka. Seperti yang ditunjukkan Andrews, konsumen tidak ingin diberi tahu apa yang harus dilakukan atau apa yang harus dibeli.

    Beberapa pengiklan klaim secara efektif menggunakan sentimen anti-konsumerisme atau anti-iklan dan mengubahnya melawan konsumen untuk menjual produk mereka. Iklan untuk Hans Brinker Budget Hotel ini mengalahkan konsumen dengan hanya mengakui kekurangannya sebagai pilihan penginapan kelas bawah.

    Baca Juga : Akreditasi Jurusan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Lampung

    4. Membalikkan psikologi

    Mengambil keuntungan dari psikologi terbalik, suatu teknik yang sebagian besar diikat dengan mengakui penolakan, melibatkan membujuk seseorang untuk melakukan apa yang kita inginkan dengan berpura-pura tidak menginginkannya atau dengan berpura-pura menginginkan sesuatu yang lain. Prinsip ini terkait erat dengan teori reaktansi, atau gagasan bahwa orang yang merasa kendali mereka diambil akan membawanya kembali melalui pembangkangan.

    Misalnya, iklan Patagonia, satu halaman penuh di New York Times yang menyatakan “Jangan membeli jaket ini” membantu meluncurkan inisiatif bersama untuk mengurangi jejak karbon perusahaan dan mendorong konsumen untuk melakukan hal yang sama. Dengan cara ini, Patagonia menggunakan iklan untuk menjual dirinya sebagai merek, dan merek itu memang, masih dalam bisnis penjualan jaket.

    5. Visual yang menyesatkan

    Infographic dari Finances Online menunjukkan betapa berbedanya suatu iklan dari kenyataan, dari makanan cepat saji hingga hotel hingga produk yang langsung dipasarkan kepada anak-anak. Teknik untuk menyajikan makanan dapat mencakup penyemprotan anggur dengan hairspray untuk menciptakan ilusi kesegaran, menggunakan kentang tumbuk sebagai pengganti es krim, dan mewarnai hamburger dengan semir sepatu cokelat.

    Baca Juga : Tempat Wisata di Riau

    Model pemotretan, praktik yang telah menjadi standar, mungkin tidak tampak berbahaya, tetapi American Medical Association mengklaim praktik ini secara serius mengancam kesehatan remaja.

    6. Pelacakan online dan di dalam toko

    Banyak pengguna internet sekarang terbiasa dengan penargetan ulang dan teknik periklanan online lainnya di mana data pribadi konsumen dikumpulkan untuk mempelajari demografi khalayak atau menayangkan iklan yang khusus dirancang untuk konsumen individu.

    Metode pelacakan ini, yang sering mengharuskan konsumen memilih keluar daripada ikut, juga meluas ke dunia fisik. Beberapa pengecer telah mengambil pengumpulan data pelanggan ke tingkat yang baru dengan melacak pergerakan mata pembeli atau memata-matai mereka dengan kamera yang disembunyikan dalam boneka.(Ade)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Cara - Cara Manipulatif Dalam Periklanan
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait