Donor Darah Saat Sedang Haid, Apa Boleh?

Daftar Isi

    Foto: Ilustrasi

    LancangKuning.com -- Jika Anda sudah pernah melakukan donor darah, sadar atau tidak ada berbagai manfaat yang telah Anda dapatkan. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengaku ketagihan untuk rutin mendonorkan darahnya. Namun sebelumnya, pastikan dulu Anda telah memenuhi serangkaian syarat dan ketentuan yang berlaku agar bisa ikut donor darah. Lantas, bagaimana kalau seorang wanita melakukan donor darah saat haid, apakah boleh?

    Bolehkah ikut donor darah saat haid?

    Ada banyak darah yang keluar dari tubuh ketika seorang wanita sedang menstruasi. Jika tetap melakukan donor darah saat haid, tentu akan semakin menambah jumlah darah yang harus dikeluarkan oleh tubuh.

    Sebenarnya, boleh atau tidaknya melakukan donor darah saat haid masih menjadi perdebatan sampai saat ini, karena tidak ada ketentuan yang pasti. Namun alangkah baiknya, untuk bersabar dan menunggu sampai masa menstruasi selesai baru kemudian Anda boleh donor darah.

    Baca Juga: Bantu Melangsingkan Perut dengan Lakukan Hal ini di Malam Hari

    Hal ini bukan tanpa alasan, lagi-lagi, karena tubuh akan kehilangan banyak darah bila menstruasi dan donor darah dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Terlebih lagi, tubuh membutuhkan zat besi dalam jumlah yang lebih banyak saat sedang haid.

    Tak heran, selama masa menstruasi yang kurang lebih berlangsung selama 7 hari, seorang wanita sebenarnya berisiko tinggi terserang anemia. Jadi, jika Anda tetap memaksakan untuk melakukan donor darah saat haid, bukan tidak mungkin Anda akan lemas, pusing, kelelahan, hingga jatuh pingsan akibat kehilangan cukup banyak darah.

    Apa saja syarat ideal untuk melakukan donor darah?

    Jangan keburu berkecil hati dulu karena tidak bisa donor darah saat haid. Sebab setelah masa menstruasi selesai, tidak ada halangan lagi jika Anda memang ingin melakukan donor darah. Hanya saja, Anda akan melalui serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu dari tim dokter dan petugas PMI sebelum mulai donor darah.

    Baca Juga: Dampak Pubertas Dini Pada Anak

    Ambil contoh, seperti penimbangan berat badan, pengukuran suhu tubuh, denyut nadi, tekanan darah, dan mengambil sampel darah guna mengetahui kadar hemoglobin. Kesemua hal tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan tubuh, sehingga tidak berisiko membahayakan kesehatan Anda.

    Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru

    Selain itu, ada beberapa syarat khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang harus dipenuhi jika ingin donor darah, yakni:

    - Usia 17-60 tahun
    - Berat badan minimal 45 kg
    - Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
    - Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
    - Suhu tubuh normal
    - Denyut nadi normal (50-100 kali per menit)
    - Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

    Baca Juga: Tempat Wisata di Riau

    Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi dengan baik, barulah Anda benar-benar diizinkan untuk melakukan donor darah.

    Jangan lupakan hal ini setelah melakukan donor darah

    Meski tubuh terasa dalam kondisi prima, Anda tidak dianjurkan untuk langsung banyak beraktivitas usai mendonorkan darah. Sebaliknya, perbanyak istirahat, makan camilan ringan, dan minum banyak cairan, guna memulihkan kondisi tubuh yang baru saja kehilangan banyak darah. (*)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Donor Darah Saat Sedang Haid, Apa Boleh?
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar