Pembangunan Jalan Desa Sanglar – Kota Baru Segera Terwujud, Pemkab Inhil Kucurkan Dana Rp15 Miliar

Daftar Isi


    Foto: Kondisi Jalan Desa Sanglar Kecamatan Reteh. (Dok. FB)



    Lancang Kuning, INHIL – Harapan masyarakat Kecamatan Reteh untuk menikmati akses jalan yang lebih baik segera menjadi kenyataan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengalokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan rekonstruksi ruas jalan Desa Sanglar–Kota Baru.

    Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang dialokasikan untuk Kabupaten Indragiri Hilir.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Inhil, Yusnaldi, ST., M.M, mengatakan proses lelang proyek telah berlangsung dan saat ini tinggal menunggu tahapan verifikasi faktual sebelum penetapan pemenang.

    "Rekonstruksi Jalan Kota Baru–Sanglar dengan anggaran Rp15 miliar sudah kita lelang. Saat ini tinggal verifikasi faktual dan persiapan administrasi kontrak. Mudah-mudahan sekitar 25 Juli atau awal Agustus pekerjaan sudah bisa dimulai," ujar Yusnaldi, saat ditemui ruang kerja Kamis (16/7/2026). 

    Ia menjelaskan, proyek tersebut akan menangani ruas jalan sepanjang 1,617 kilometer. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan lanjutan pembangunan ruas Kota Baru–Sanglar kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) sepanjang sekitar 4 kilometer.


    Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Inhil, Yusnaldi, ST., M.M. (Dok. Hariadi)


    "Kalau pembangunan 1,6 kilometer ini ditambah program Inpres Jalan Daerah sekitar 4 kilometer, maka koridor jalan tersebut akan semakin terpenuhi. Persetujuannya sudah saya tandatangani, tinggal menunggu pelaksanaan apakah tahun ini atau tahun berikutnya," jelasnya.

    Yusnaldi menambahkan, saat ini terdapat dua koridor yang menjadi prioritas usulan Inpres Jalan Daerah, yakni Tembilahan–Terusan Mas dan Kota Baru–Sanglar. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam menuntaskan pembangunan koridor jalan di daerah. 

    Oleh sebab itu, lanjut Yusnaldi, keberhasilan pembangunan tersebut memerlukan dukungan dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, hingga anggota DPR RI agar usulan dapat direalisasikan tanpa kendala.

    Lebih lanjut, Kepala PUPRPKP Inhil berpendapat terkait kondisi jalan yang selama ini cepat mengalami kerusakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan serta karakteristik tanah gambut di Kabupaten Inhil.

    "Secara teori, jika jalan dirancang untuk menahan beban maksimal 8 ton tetapi dilalui kendaraan 10 hingga 20 ton, tentu akan lebih cepat rusak. Ditambah lagi, ketika permukaan jalan mulai berpori - pori, air akan masuk dan kerusakan semakin meluas. Kondisi tanah gambut yang terus mengalami penurunan juga mempercepat kerusakan jalan," terangnya.

    Selain pembangunan ruas Sanglar–Kota Baru, Pemkab Inhil juga telah merencanakan program pemeliharaan jalan pada tahun 2027, mulai dari kawasan Sungai Gergaji hingga melewati Jembatan Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, untuk memperbaiki ruas-ruas yang mengalami kerusakan ringan agar kembali dalam kondisi mantap. 

    Pemerintah daerah berharap pembangunan dan pemeliharaan jalan yang dilakukan secara bertahap dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir. (LK/Har) 

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Pembangunan Jalan Desa Sanglar – Kota Baru Segera Terwujud, Pemkab Inhil Kucurkan Dana Rp15 Miliar
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait