Sudah Rusak Puluhan Tahun, Jalan Sungai Luar - Junjangan Kini Mulai Dibangun Pemkab Inhil

Daftar Isi


    Foto: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Inhil, Yusnaldi, ST., M.M diruang kerja. (Dok. Hariadi)



    Lancang Kuning, INHIL – Harapan masyarakat Kecamatan Batang Tuaka untuk menikmati akses jalan yang lebih layak akhirnya mulai terwujud. 

    Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan memulai pembangunan Jalan Desa Sungai Luar menuju Desa Junjangan secara bertahap pada tahun ini.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Inhil, Yusnaldi, ST., M.M mengatakan pembangunan tahap awal akan menangani ruas jalan sepanjang 1,44 kilometer dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.

    Menurut Yusnaldi, jalan tersebut akan dibangun dengan lebar sekitar 4 meter  dan dirancang sebagai jalan kelas III dengan bobot batas tonase maksimal 8 ton. Namun, jika dihitung dari seluruh panjang ruas jalan yang rencananya nanti akan dikerjakan sekitar 35 KM. 

    "Tahun ini kita mulai bangun 1,44 Km saja dulu, lepas itu kita bangun lagi ditahun depan. Saat ini prosesnya masih dalam tahap pengadaan barang dan jasa melalui mini kompetisi. Insya Allah minggu depan sudah ditayangkan dan akhir Juli pemenang lelang sudah ditetapkan. Dengan demikian, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus tahun 2026," kata Yusnaldi saat dijumpai ruang kerja, Selasa (14/7/2026). 

    Selain pembangunan jalan, Pemkab Inhil juga akan membangun Jembatan Junjangan dengan anggaran sekitar Rp11 miliar. Proses lelang telah selesai dan kini memasuki tahap administrasi kontrak kepada pemenang lelang. Oleh sebab itu, masyarakat diminta membantu mengawasi jalannya setiap proyek pekerjaan yang sedang berjalan nantinya. 

    "Untuk jembatan sudah ada pemenang lelang. Mudah-mudahan akhir bulan ini kontraknya selesai sehingga pekerjaan bisa segera dimulai," ulasnya. 

    Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan ruas Sungai Luar–Junjangan tidak dapat diselesaikan sekaligus karena membutuhkan anggaran yang sangat besar hingga mencapai ratusan miliar rupiah jika dilaksanakan secara satu tahap. Maka dari itu, opsi pemerintah yaitu membangun jalan tersebut dengan mengunakan metode bertahan sesuai kemampuan APBD Inhil. 

    "Tahun 2027 kami kembali mengusulkan anggaran sekitar Rp5 miliar lagi melalui RKPD agar pembangunan dapat terus berlanjut," jelasnya.

    Ia juga berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan proyek, termasuk apabila terdapat kebutuhan pembebasan lahan dalam skala kecil agar pekerjaan tidak mengalami hambatan di lapangan.

    Kemudian, setelah jalan selesai dan mulai difungsikan, masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas serta tidak membawa kendaraan dengan muatan melebihi 8 ton demi menjaga kondisi jalan tetap baik dan mencegah terjadinya kecelakaan.

    Yusnaldi menambahkan, Bupati Inhil juga berpesan agar kontraktor yang mengerjakan proyek mematuhi seluruh regulasi serta mengedepankan profesionalisme dan kualitas pekerjaan sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. 

    "Yang jelas pesan Bupati kepada kami, kontraktor itu harus mengedepankan kualitas dan kuantitas proyek. Jangan asal-asalan, sehingga harapan kita bersama jalan itu nantinya bisa bertahan 5-10 tahun kedepan," 

    Dikesempatan yang sama, Kepala Desa (Kades) Sungai Luar Baharudin, S.Pd.I menyampaikan harapan dan rasa syukur atas informasi pembangunan jalan Sungai Luar - Junjangan tersebut. Karena, menurut Kades jalan itu sudah puluhan tahun mengalami rusak walupun kemarin ada penimbunan akan tetapi tidak bertahan lama. 

    Oleh sebab itu, dengan adanya pembangunan jalan tahun ini merupakan angin segar untuk masyarakat. Dikatakannya, hari ini ada sejumlah desa yang melintasi jalan menuju ibu kota Tembilahan diantaranya Desa Sungai Luar, Simpang Jaya, Sungai Rawa, Rambaian dan desa lainnya. 

    "Walaupun pembangunan dilakukan secara bertahap, kami sudah sangat bersyukur. Minimal sebagian masyarakat sudah bisa merasakan jalan yang lebih baik saat menuju Kota Tembilahan. Kami mewakili masyarakat sangat antusias dan berharap pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan," ujarnya.

    Baharudin menilai pembangunan jalan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, mempermudah akses pendidikan, serta memperlancar mobilitas warga dari sejumlah desa menuju ibu kota kabupaten.

    Ia menyebut ruas jalan itu menjadi jalur utama bagi masyarakat Desa Sungai Luar, Simpang Jaya, Sungai Rawa, Junjangan, Tanjung Siantar, Rambaian, dan desa-desa sekitarnya menuju Tembilahan.

    Disisi lain, jalan tersebut juga menjadi akses menuju sejumlah pondok pesantren, seperti Pondok Pesantren Nurul Huda dan Miftahul Huda di Desa Sungai Luar, serta Pondok Pesantren Al-Rasyid di Desa Simpang Jaya yang memiliki ribuan santri.

    "Kalau jalan ini bagus, tentu akan menunjang perkembangan masyarakat dan mempermudah akses pendidikan. Wali santri juga tidak akan terlalu kesulitan lagi saat mengunjungi anak-anak mereka di pondok pesantren," papar Baharuddin. 

    Baharudin berharap pembangunan yang sempat tertunda pada tahun sebelumnya benar-benar dapat terealisasi pada tahun ini dan terus berlanjut hingga seluruh ruas jalan selesai dibangun.

    "Kami berharap pembangunan ini tidak tertunda lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Harapan ini bukan hanya milik masyarakat Desa Sungai Luar, tetapi juga masyarakat di desa lainnya. Jika jalan ini terwujud, akses masyarakat menuju ibu kota kabupaten akan jauh lebih mudah," pungkasnya. (LK/Har) 


    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Sudah Rusak Puluhan Tahun, Jalan Sungai Luar - Junjangan Kini Mulai Dibangun Pemkab Inhil
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait