Daftar Isi

Foto: Lokasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Samudra Km 06, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang antara Sepeda Motor Vs Truck. (Dok. Facebook)
Lancang Kuning, INHIL – Dua pelajar asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) M. Evan Bastira dan M. Alif Mauliddani meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Samudra Km 06, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Minggu siang (21/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kedua korban diketahui berangkat dari arah Kecamatan Kempas menuju Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Menurut informasi yang dihimpun, sebelum berangkat, mereka berencana mengunjungi objek wisata Danau Siambul yang berada di Desa Siambul, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Inhu.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Lantas AKP Ricky Marzuki, SH menjelaskan bahwa kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan sebuah truk Hino FG235JK yang melaju dari arah berlawanan.
Lanjut Kasat Lantas, saat berada di lokasi kejadian yang merupakan jalan tikungan beraspal dengan marka jalan dalam kondisi baik, sepeda motor yang dikendarai salah seorang korban diduga melebar ke sisi kanan jalan hingga bertabrakan dengan bagian depan truk.

"Sepeda motor Honda Beat yang bergerak dari arah Kempas menuju Inhu sesampainya di kejadian melebar ke kanan jalan dan menabrak bagian depan truk Hino yang datang dari arah berlawanan," jelas Kasat Lantas kepada Wartawan, Senin (22/6).
Akibat benturan tersebut, pengendara dan seorang penumpang sepeda motor mengalami luka berat. Keduanya dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Klinik Pratama Hafi.
Ditambahkan Kasat Lantas, kondisi lingkungan saat kejadian dilaporkan cuaca cerah pada siang hari dengan arus lalu lintas relatif sepi. Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta Rupiah.
"Peristiwa ini masih dalam penanganan pihak kepolisian Polres Inhil untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga turut menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pelajar untuk tetap hati-hati saat berkendaraan di jalan. Patuhi setiap rambu lalu lintas dan kurangi kecepatan pada saat berada ditikungan tajam, ujar Kasat lagi seraya menghimbau.
Terpisah, Perwakilan Pondok Pesantren Daarul Rahman Tempuling turut mengucapkan berduka cita atas peristiwa yang menimpa kedua santri mereka.
"Kami turut berdukacita cita atas meninggalnya kedua santri kami. Semoga keduanya mendapatkan tempat disisi tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ucap Ponpes Daarul Rahman Tempuling. (LK/Har)







Komentar