Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Jemaah calon haji (JCH) Provinsi Riau yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTH-4 mulai diberangkatkan menuju Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (25/4/2026), sebagai tahap awal sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Kloter BTH-4 berjumlah 445 orang, terdiri dari 438 jemaah asal Pekanbaru dan satu jemaah dari Kabupaten Siak. Rombongan tersebut turut didampingi oleh empat petugas kloter serta dua Petugas Haji Daerah (PHD).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan, seluruh jemaah diberangkatkan melalui beberapa penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menuju Bandara Hang Nadim Batam.
“Seluruh jemaah Kloter BTH-4 berangkat menuju Batam hari ini melalui beberapa jadwal penerbangan yang telah diatur,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, keberangkatan jemaah dibagi dalam tiga kelompok penerbangan. Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat pukul 09.25 WIB dan tiba di Batam pukul 10.10 WIB. Selanjutnya, penerbangan kedua berangkat pukul 13.15 WIB dan tiba pukul 14.00 WIB. Sementara penerbangan ketiga berangkat pukul 14.15 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 15.00 WIB.
Selain melalui jalur udara, sebagian kecil jemaah juga diberangkatkan melalui jalur laut. Mereka menggunakan kapal ferry MV Dumai Line dari Siak menuju Batam dengan jadwal keberangkatan pukul 12.00 WIB dan diperkirakan tiba pukul 18.00 WIB di Pelabuhan Sekupang.
Setibanya di Batam, para jemaah akan menjalani sejumlah tahapan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Proses tersebut meliputi pemeriksaan X-ray yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (26/4/2026) pukul 01.50 hingga 03.20 WIB.
Setelah itu, akan dilanjutkan dengan kegiatan seremonial pada pukul 03.20 hingga 03.50 WIB. Jemaah kemudian diberangkatkan menuju bandara menggunakan bus untuk melanjutkan proses check-in dan boarding pesawat.
“Jemaah dijadwalkan take-off menuju Arab Saudi pada pukul 07.10 WIB dari Bandara Hang Nadim Batam,” kata Defizon.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses keberangkatan telah dipersiapkan secara matang oleh panitia, termasuk dari sisi pelayanan kepada jemaah.
Menurut Defizon, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Oleh karena itu, berbagai fasilitas dan layanan telah disesuaikan untuk memastikan kenyamanan seluruh jemaah.
“Pelayanan kepada jemaah menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan, agar seluruh proses ibadah dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.(rie)







Komentar