Mudik Lebaran 2026, Dishub Riau Petakan Puluhan Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Nasional

Daftar Isi


    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di berbagai ruas jalan nasional yang tersebar di wilayah Riau. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang arus mudik Lebaran 2026 sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan para pengendara.

    Kepala Dinas Perhubungan Riau melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan, Onki Hertawan, mengatakan terdapat beberapa jalur utama yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi bagi pengguna jalan, terutama saat arus mudik meningkat. Jalur tersebut meliputi Lintas Barat, Lintas Selatan, Lintas Timur, dan Lintas Utara.

    “Di jalur Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, terdapat enam titik rawan kecelakaan. Salah satunya berada di KM 22 Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang,” ujar Onki, Senin (9/3/2026).

    Menurut dia, pada ruas jalan tersebut kendaraan kerap melaju dengan kecepatan tinggi sehingga berpotensi memicu kecelakaan, terutama ketika kendaraan dari arah berlawanan tidak saling mengantisipasi.

    Selain KM 22, titik rawan juga terdapat di KM 27 Kecamatan Tambang, KM 53, KM 62, dan KM 93. Sebagian besar lokasi tersebut memiliki karakteristik jalan berupa tikungan tajam serta tanjakan yang cukup curam.

    Onki menambahkan, pada ruas Bangkinang menuju perbatasan Sumatera Barat di KM 79 dan KM 81, kondisi tanah yang relatif labil juga menjadi faktor risiko, terutama saat hujan deras. Sementara itu, di KM 89 Desa Pulau Godang, kawasan tersebut tercatat rawan longsor.

    Pada jalur Lintas Selatan yang melintasi Kabupaten Kuantan Singingi, Dishub Riau mencatat sedikitnya lima titik rawan kecelakaan. Beberapa di antaranya berada di KM 13, KM 33, dan KM 75. Kerawanan di jalur ini umumnya disebabkan oleh tikungan tajam, jarak pandang terbatas, serta kondisi marka jalan yang kurang terlihat.

    Beberapa kawasan lain yang menjadi perhatian di jalur ini antara lain Lipat Kain, Kampung Pinang, Lipat Kain Selatan, serta Sungai Pagar.

    Sementara itu, pada jalur Lintas Timur terdapat sembilan titik rawan kecelakaan. Lokasi yang perlu diwaspadai di antaranya KM 59,3, kawasan Tugu Patin Pematang Reba, Simpang Beringin, Sorek I di perbatasan Indragiri Hulu, serta Simpang Pangkalan Kasai. Kerawanan di jalur ini dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat, tikungan yang kurang terlihat jelas, serta kondisi jalan yang menanjak.

    Adapun pada jalur Lintas Utara yang mengarah ke Sumatera Utara, Dishub Riau juga mengidentifikasi sembilan titik rawan kecelakaan di beberapa ruas jalan nasional.

    Onki menjelaskan, kecelakaan lalu lintas umumnya dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni kondisi kendaraan, kondisi jalan dan cuaca, serta faktor manusia.

    “Faktor manusia seperti kelelahan dan kelalaian masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan seperti tidak adanya bahu jalan juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan,” jelasnya.

    Dishub Riau mengimbau para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur-jalur tersebut. Pengemudi juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.

    “Periksa kondisi kendaraan seperti rem dan lampu, patuhi rambu lalu lintas, serta hindari membawa muatan berlebihan,” kata Onki.

    Ia juga mengingatkan pengendara yang merasa lelah agar beristirahat di rest area atau tempat ibadah seperti masjid sebelum melanjutkan perjalanan.

    “Rumah ibadah juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat sekaligus menunaikan salat sebelum kembali melanjutkan perjalanan,” ujarnya.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Mudik Lebaran 2026, Dishub Riau Petakan Puluhan Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Nasional
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait