Daftar Isi

LANCANGKUNING.COM,Jakarta-Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Brigadir Jenderal IRGC, Ibrahim Jabari, pada Sabtu (28/2).
“Penutupan Selat Hormuz saat ini sedang dilakukan oleh pasukan IRGC sebagai respons atas agresi terhadap Iran,” ujar Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen.
Langkah ini diambil setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil, meski rincian resmi terkait jumlah korban belum diumumkan secara lengkap oleh otoritas setempat.
Sebagai bentuk balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ketegangan yang meningkat cepat ini memicu kekhawatiran akan potensi konflik terbuka berskala besar yang dapat melibatkan lebih banyak negara di kawasan.
Perwakilan IRGC menyebut serangan Israel sebagai langkah yang “salah perhitungan” dan memperingatkan bahwa Teheran siap memberikan respons lebih keras jika agresi berlanjut. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Iran yang menilai serangan awal sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Dampak konflik juga mulai terasa di dalam negeri. Mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran, kantor berita ISNA melaporkan bahwa sejumlah sekolah di berbagai wilayah Iran ditutup sementara atau beralih ke sistem pembelajaran daring. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia. Penutupan selat tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pemerintah Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim penutupan Selat Hormuz. Komunitas internasional pun terus memantau perkembangan situasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.(rie)







Komentar