Daftar Isi

Foto: Ketua DPRD Inhu Sabtu P. Sinurat saat meninjau jalan rusak berlobang dan langsung mengerjakan pakai alat berat untuk menyerak material
Lancang Kuning, INHU - Warga Jalan Pekan heran, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau melakukan protes atas rusaknya jalan dan berlobang.
Protes tersebut dilakukan dengan cara menanam pohon Tebu dan memasang sebuah keranjang diatas kursi rusak di jalan yang berlubang. Bahkan ada tulisan "Hati-hati!! dicium aspal".
Adapun jalan yang ditanami oleh warga tepatnya berada di depan
Yayasan Al-Firdausy Madrasah Ibtidaiyah jalan Raya Pekan heran - simpang empat Tugu Patin Km 5 Pematang Reba atau beberapa meter dari Klinik Muizah.
Rendi, warga Rt01/Rw04 mengatakan hal ini dilakukan warga karena memang jalan yang rusak dan berlobang tersebut sudah beberapa kali memakan korban (bukan korban jiwa) namun materi seperti kerusakan kendaraan.
"Lubangnya lumayan lebar dan dalam. Kalau tidak hati-hati bisa dipastikan bakal masuk lubang itu. Apa lagi orang yang jarang melintas bahkan baru pertama kali lewat, kan Kasian," ujarnya, Minggu (08/2/26) kemarin.
Ia menambahkan terlebih jika malam hari keadaan jalan tersebut basah, tidak bisa terlihat dengan jelas dan agak gelap sehingga kalau tidak segera diperbaiki, maka akan lebih banyak lagi yang akan menjadi korban.
"Kami mintalah, agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan. Jangan sampai jalannya makin rusak dan makin parah. Apalagi jalan ini setiap hari dilintasi warga," pintanya.
Hal senada disampaikan Ajo yang saat itu melintas dan sempat berhenti untuk sekedar melihat pohon tebu yang ditanam di jalan tersebut.
Ia mengatakan seharusnya Pemerintah lebih peka dan bukan bertindak setelah warga melakukan hal-hal seperti ini.
"Masak iya jalan rusak harus ditanami Tebu? Inikan merusak marwah Indragiri Hulu yang kita cintai. Saya rasa duit untuk perbaiki dan perawatan jalan pasti ada setiap tahunnya. Itu kemana?," pungkasnya.
Menanggapi metode protes unik ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Sabtu Pradansyah Sinurat justru mengapresiasi langkah masyarakat.
Ketua Sabtu menilai aksi tersebut sebagai sarana komunikasi yang sangat efektif agar keluhan warga cepat terespon, Senin (09/2/26).
"Apa yang dilakukan masyarakat lewat menanam pohon Tebu itu sebenarnya tidak salah. Kadang-kadang apa persoalan yang terjadi di lapangan tidak sampai ke pemerintah. Dengan adanya aksi penanaman pisang ini, saya malah berterima kasih karena itu jadi bahan evaluasi kinerja Pemkab Inhu serta DPRD," ujar Ketua DPRD Inhu.
Ia menyebut bahwa aksi kreatif warga seperti ini, membantu pemerintah dan DPRD dalam memetakan titik-titik kerusakan infrastruktur yang harus diprioritaskan.
Menyikapi kepentingan seluruh pengguna jalan, "Saya spontanitas untuk memperbaiki jalan tersebut. Saya turunkan material serta turunkan dua alat berat Excavator dan Grader kelapangan. Ini murni hati nurani saya yang berbicara demi kepentingan masyarakat, dan perlu diketahui bahwa ini bukan dari uang Negara. Ini murni solidaritas saya," pungkasnya.
Menurut Sabtu, jika ini terlalu lama dibiarkan, kasihan dengan warga melintas. Ini suatu pemicu kecelakaan, terlebih jalan rusak dan berlobang tersebut tepat didepan di depan
Yayasan Al-Firdausy Madrasah Ibtidaiyah yang didominan setiap harinya ramai terutama mengantar jemput anak sekolah.
"Semoga dengan bagusnya kembali jalan ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat para pelintas, dijauhkan dari bahaya lakalantas dan senantiasa kita semua dalam lindungan Allahsubhanawataalla," harap Sabtu seraya bersyukur. (LK/SH)







Komentar