Masyarakat Sipil Sumbar Deklarasikan Rakyat Menggugat

Daftar Isi

    Deklarasi Rakyat Menggugat yaang dilakukan Jaringan Masyarakat Sipil Sumatera Barat.(ft:tempo.co)

    LANCANGKUNING.COM,Padang- Masyarakat Sipil Sumatera Barat gelar Panggung Rakyat Deklarasi Rakyat Menggugat dengan hastag muda gaul kritis. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu 3 Februari 2024 di Tugu Gempa, Kota Padang, Sumatera Barat.

    Punggung rakyat tersebut diisi dengan penampilan musik, puisi dan stand up comedy. Selain itu juga ada mural dari Komunitas Dangau Studio.

    Selain itu juga digantung poster-poster bertuliskan selamat hutan Mentawai dari cukong-cukong kayu, hentikan proyek tidak strategis untuk rakyat dan tuntaskan pelanggaran HAM tingkat lokal.

    Para peserta aksi juga menyoroti persoalan kecurangan proses pemilu yang terjadi di Indonesia. Mulai dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman yang bermasalah karena putusannya hingga politik identitas. 

    Direktur Yayasan Citra Mandiri Mentawai Rifai Lubis mengatakan dalam orasinya, bahwa cawe-cawe yang dilakukan presiden itu harus dihentikan. 

    Dia menjelaskan, salah satu cara menghentikannya yakni dengan mengampanyekan kebobrokan pemerintah hari. "Apa yang dilakukan kawan-kawan masyarakat sipil hari ini salah satu cara menghentikan cawe-cawe itu," katanya.

    Rifai melanjutkan, mulai dari kelompok kecil dulu hingga menjadi sebuah tembok yang besar untuk menyuarakan keresahan ini. Sehingga Presiden Indonesia tidak bisa lagi melakukan cawe-cawe untuk merusak demokrasi. 

    "Cawe-cawe ini sangat potensial untuk melanggengkan pelanggaran HAM maju menjadi Presiden Indonesia dan itu tidak boleh," ucap Rifai.

    Aktivis HAM Calvin Nanda Pratama, mengatakan kecewalah sedari awal, hari ini ketiga pasangan kandidat beserta kubunya memiliki catatan buruk dalam memuluskan proyek pembangunan yang menindas. Tak satupun kandidat bersih dari kepentingan Oligarki. 

    "Kesemuanya sama-sama jahat, ideologi mereka hanya satu yakni penjarahan. Jadi jangan berharap atau berkhayal penderitaan kita akan mampu diselesaikan oleh mereka," katanya.

    Calvin juga menyampaikan, bahwa rakyat sudah pesimistis tidak hanya terhadap orang-orang yang terlibat. Namun juga terhadap sistem yang mengatur segala gerak gerik busuk.

    "Dari gerak-gerik yang mereka tampilkan, retorika kata penuh kepentingan, tindakan yang mengangkangi konstitusi dan mengkhianati demokrasi. Penuh dengan topeng senyum sumringah yang penuh dengan kebohongan. Kita sudah mengetahui itu semua, visi-misi hanyalah perwujudan dari sebuah ambisi," ucapnya.(rie)

    sumber:tempo.co

     

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Masyarakat Sipil Sumbar Deklarasikan Rakyat Menggugat
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar