Permainan Rakyat di Desa Rantau Baru Sebagai Bentuk Kearifan Lokal

Daftar Isi

    permainan lompar tali dari rotan

    LANCANGKUNING.COM,PELALAWAN-Ditengah gempuran media sosial dan arus modern telah menggerus nilai-nilai tradisi hingga permainan rakyat yang ada di tengah-tengah negeri.

    Namun, kondisi ini tidak berlaku bagi masyarakat Desa Rantau Baru, sebuah desa yang berada di aliran Sungai Kampar berjarak sekitar 20 kilometer dari kota Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan.

    Di kampung yang masuk dalam Kecamatan Kerinci ini, sejumlah permainan tradisional masih bertahan. Meski hanya menggunakan media yang sangat sederhana, mulai dari tempurung (batok kelapa), sendal dan tarason, rotan hingga gasing dari kayu yang khusus.

    Permainan tradisional merupakan budaya yang mengandung nilai kearifan lokal seperti nilai-nilai pendidikan karakter yang penting untuk ditransformasikan kepada generasi muda.

    Makna yang tersirat dari sejumlah permainan rakyat di Rantau Baru ini adalah tentang kebersamaan warga, yang masih terjalin dengan baik. Kerukunan diantara mereka, hingga masih melekatnya jiwa gotong royong ditengah-tengah masyararakat.


    Khairuman, selaku Ketua Kelompok Pariwisata Desa Rantaubaru mengatakan, ada beberapa permainan rakyat yang tetap dipertahankan dalam kehidupan masyarakat Desa Rantau Baru.
     
    Diantara permainannya diberi nama Kedagho, Gasing, Lompat Tali dan Ucak Tarason. 

    "Tak bisa dipungkiri, perkembangan jaman dan tekhnologi sedikit demi sedikit telah menggerus peradaban masyarakat. Permainan rakyat tergencet gadget yang kini digandrungi anak-anak. Makanya, agar permainan rakyat ini tidak hilang, kita berupaya untuk membuat perlombaan-perlombaan agar kelestarian kearifan lokal terus terjaga," katanya.

    Sementara, Datuk Sati Diraja Rantaubaru DR H Griven H Putra MAg mengatakan akan berupaya untuk melestarikan permainan tradisional yang kini mulai menghilang.

    "Kita akan gelar kajian bulanan terkait soal adat dan syarak di negeri ini. Ini sangat penting, supaya masyarakat tetap mempertahankan tradisi yang ada ditengah-tengah masyarakat. Kita akan berupaya membuat iven-iven agar masyarakat termotivasi untuk menggalakkan kembali permainan tradisional," tukas Griven.

    Adapun permainan yang tetap dipertahankan ini adalah 

    Lempar Gasing

    Gasing merupakan permainan tradisional yang terdapat di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Desa Rantau Baru. Permainan tradisional ini tidak hanya dimainkan oleh anak-anak, tapi juga dilakukan orang dewasa. Bahkan permainan ini juga ada dilombakan oleh beberapa daerah.

    bermain gasing

    Biasanya, perlombaan gasing ini mengadu siapa yang paling lama berputar. Siapa yang paling lama, gasing itulah yang keluar sebagai pemenang. Tapi ada juga penentuan pemenang dengan mengadu gasing. 

    Sebagaimana diketahui, Gasing yang terbuat dari kayu ini merupakan permainan yang berputar pada porosnya serta memiliki keseimbangan pada satu titik. Gasing ini berbentuk bulat dan lancip, lalu dililitkan tali di kepala gasing supaya bisa dilepas dan berputar lebih kencang.

    Gasing ini dibuat menggunakan kayu pilihan, yakni kayu keras dan kuat. Oleh masyarakat Rantau Baru, kayu yang digunakan adalah jenis Sebangko. Kayu ini sulit di dapat. Tapi di Kabupaten Pelalawan kayu Sebangko masih ada tumbuh di Kecamatan Langgam dan Sei Kijang.

    Kayu Sebangko ini dikenal sangat keras dan tida bisa diolah menjadi papan. Oleh masyarakat biasanya digunakan sebagai alas untuk menggelindingkan kayu yang sudah ditebang.

    Kedagho

    Lain lagi dengan permainan yang satu ini. Dimana permainan harus dimainkan secara tim yang jumlah masing-masing tim bisa mencapai 3 sampai 5 orang. 

    Adapun sarana yang digunakan adalah tempurung kelapa. Cara mainnya, dua tim saling melempar tempurung dengan menggunakan tumit. Dimana tempurung tersebut diletakkan dalam jarak yang sudah disepakati.

    ibu-ibu bergembira dalam permainan kedagho.

    Untuk menentukan siapa yang menang jika tempurung yang dilempar tidak mengenai tempurung kawan yang diletakkan tersebut. Jika kena, maka dinyatakan kalah.

    Bagi yang menang akan digendong oleh lawannya. Jaraknya sesuai dengan jarak lempar tempurung tadi. Disinilah kegembiraan itu tercipta. Yang menang akan tertawa-tawa bahagia karena digendong.

    Ucak Tarason

    Permainan rakyat yang satu ini lebih seru dan menarik lagi. Dimana masing-masing pemain yang dibagi dalam 2 tim saling berlomba untuk mengalahkan lawannya. Sarana yang digunakan sandal sebagai Ucak, dan dibuat garis berupa kotak. Dimana di dalamnya diletakkan tarason.

    Permainan dimulai, saat masing-masing tim melempar tarason ini dengan sendal. Bagi tim yang mengenai tarason dan keluar dari dalam kotak. Itu adalah pemenangnya.

    anak-anak bermain ucak tarason

    Bagi yang kalah diwajibkan melemparkan tarason ke dalam kotak. Jika tidak masuk dalam kotak, tim yang lain akan melemparnya semakin jauh dengan sendal.


    Main tali (rotan)

    Sama dengan daerah lain, masyarakat Rantaubaru juga sangat familiar dengan permainan tali. Hanya saja, jika di daerah lain bahan talinya dari karet gelang yang dijalin, tapi kalau di Rantaubaru bahannya dari rotan yang sudah disangai (dipanaskan) tujuannya agar rotan yang digunakan sebagai tali menjadi lentur. Panjang rotan yang digunakan sekitar 4-5 meter. 

    Cara bermainnya lebih praktis lagi. Dua orang saling berhadapan memegang ujung rotan. Kemudian rotan diayun. Mulai dari gerakan lambat sampai cepat.

    salah satu tamu (baju merah) ikut dalam permanan lompat tali.

    Kemudian, rekan lainnya masuk dalam ayunan rotan yang diputar tersebut dan melompat agar tidak terkena yang menyebabkan permainan terhenti. Sang penganyun rotan terus memutar tali, makin lama makin kencang. Inilah yang harus diimbangi oleh mereka yang melompat tadi. Ia secara otomatis akan mengikuti dan mengimbangi ayunan tali tersebut.

    Bagi yang menyebabkan terhentinya ayunan rotan akan keluar dan diganti oleh yang lain. Permainan ini tidak adanya didominasi oleh kaum emak-emak, tapi juga dilakukan oleh kaum Adam. Manfaat dari permainan ini adalah kebugaran badan karena gerakan yang menguras keringat. (rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Permainan Rakyat di Desa Rantau Baru Sebagai Bentuk Kearifan Lokal
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait