Daftar Isi
Foto: Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Muhammad Syafaat
Lancang Kuning, INHU - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Muhammad Syafaat, menilai keputusan pemerintah yang tetap ngotot menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sama saja 'mencekik' rakyatnya sendiri.
"Pemerintah benar-benar tidak memiliki empati. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan mencekik masyarakat miskin yang sudah terhimpit beban hidup akibat efek pandemi yang belum tuntas," kata Syafaat, Senin (5/9), di Pematang Reba.
Menurut Syafaat, imbas kenaikan BBM memiliki efek domino terhadap kenaikan harga barang pokok dan berbagai komoditas sehingga keluarga pra sejahtera yang menjadi wajah ‘wong cilik’ makin sulit memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
"Selain itu, upaya pemerintah dalam berbagai program nasional terancam gagal karena rakyat tidak memiliki daya beli yang cukup," tambahnya.
Ketua Komisi IV DPRD Inhu ini melanjutkan, pekerja sektor informal seperti petani, nelayan, UMKM, sopir angkutan, pedagang keliling akan semakin sulit bertahan hidup akibat kenaikan BBM bersubsidi ini.
Kebijakan pemerintah memberikan bantalan berupa bantuan subsidi upah atau pun BLT, kata Syafaat, tidak sebanding dengan dampak kenaikan BBM bersubsidi. "Ini penyelesaian instan yang tidak efektif menutup dampak kenaikan," sambung Ketua Gema Keadilan Provinsi Riau itu.
Menurut Syafaat, pemerintah seharusnya mencari terobosan untuk menambah anggaran dengan melakukan penghematan, menekan kebocoran, dan menunda pengeluaran pos infrastruktur yang tidak mendesak. (LK/Dan)
Komentar