Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung Sejak SD hingga SMA di Palopo

Daftar Isi

    Foto: Ilustrasi perkosaan atau pencabulan. 

     

    Lancang Kuning – Seorang ayah berinisial J di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) tega memperkosa anak kandungnya sendiri sejak SD hingga SMA. 

    Kasubag Humas Polres Palopo Iptu Patobun mengatakan, korban diperkosa selama 5 tahun, yakni sejak SD hingga kini sudah duduk di bangku SMA. 

    "Pelaku ini perkosa putrinya terhitung sudah 5 tahun atau 6 tahunlah. Karena sejak korban ini masih SD sampai SMA sekarang," ujar Iptu Patobun saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 23 April 2022, dikutip LKC dari Viva.co.id 

    Patobun mengungkapkan, korban selama diperkosa oleh ayahnya hanya bisa pasrah dan memendam pemerkosaan yang ia alami selama bertahun-tahun. Sebab, selama ini korban takut dengan ayah kandungnya sehingga tidak berani mengadu. 

    "Jadi sejak kelas 6 SD sudah diperkosa sama ayahnya hingga SMA sekarang dia (korban) tidak berani ngadu," ujar Patobun.

    Namun lambat laun, kata Patobun, kasus ini akhirnya terungkap karena korban sudah tak tahan lagi atas penderitaan akibat ulah bejat ayahnya. Korban lantas memberanikan diri melapor ke kakak kandungnya. 

    "Karena korban ini yang sudah beranjak dewasa risih akibat ulah pelaku yang masih terus memperkosa korban makanya dia lapor ke kakaknya. 

    Setelah itu dia bersama kakaknya melapor (ke polisi)," kata Patobun. Polisi yang menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan meringkus J sebagai pelaku pemerkosaan. 

    Lebih lanjut, Patobun mengungkapkan, pihaknya kini sedang mendalami modus pelaku melakukan pemerkosaan terhadap buah hatinya tersebut. 

    "Pelaku sudah diamankan dan sementara diperiksa untuk mengungkap motif perbuatan terlarangnya itu," ujarnya. (LK) 

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung Sejak SD hingga SMA di Palopo
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar