Masyarakat Banjar Pekanbaru Lestarikan Tradisi dan Gelar Kegiatan Realigi

Daftar Isi

    Foto: Ketua Masyarakat Banjar Pekanbaru menyantuni anak-anak yatim, Sabtu 29 agustus 2020. 

    Lancang Kuning, PEKANBARU - Momentum 10 Muharram dijadikan sebagai Idul Yatama, berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim pada hari tersebut. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharram).

    Pada momentum 10 muharram ini Majelis wirid masyarakat banjar Pekanbaru mengadakan kegiatan yang sudah turun temurun yaitu membuat bubur asyura bakawah beramian.

    Menyantuni anak yatim dilanjutkan dengan acara silaturrahim berbuka puasa bersama dengan menyantap bubur asyura dan kuliner khas banjar. seluruh masyarakat banjar yang ada di Pekanbaru turut hadir pada kegiatan tersebut.

    Foto: Tampak Gubernur Riau hadir diacara 10 Muharram yang ditaja Masyarakat Banjar Pekanbaru 

    Ketua Majelis Wirid Arkanoed Y Idjidin masyarakat banjar Pekanbaru mengatakan tradisi membuat bubur asyura ini adalah tradisi turun temurun dari nenek moyang kami orang banjar kami sebagai generasi penerus orang riau yang keturunan banjar wajib melestarikan tradisi ini.

    Pendanaan kegiatan inipun tidak ditimpakan pada satu orang saja namun ini semua hasil urunan atau sumbangan seluruh warga banjar di Pekanbaru. "Alhamdulillah, pada acara silaturrahim buka puasa bersama dihadiri oleh bapak Syamsuar yang juga Gubernur Riau, pada kesempatan ini pak gubernur mengatakan ini adalah bagian dari kearifan lokal yang bernilai budaya dan dibarengi dengan kegiatan religi," tutur Ketua, Minggu (30/8/2020). 

    Suasana harmonis tampak terlihat pada acara silaturrohim yang di laksanakan di Alif center pekanbaru  dan tampak hadir para tokoh dari beberapa generasi Seperti generasi para tutuha (orang yang dituakan) seperti, H Suryan jamrah, H Arni fauzi, H kastalani, H Andika, H M Roem, Prof Sujianto, H Arifin dan para tutuha lainnya termasuk Julak Anjas

    Sedangkan dikalangan generasi cendekianya dihadiri, H. Surya maulana, H. Herman, H. Pahmijan, H. Subhan aziz, H. M Dani Nursalam, H. Lahmudi, H. M Subhan, H. Holly, H. Suryani, H. ary Daniel, M. Jamil
    Ir. Arif rahman hakim, Hj.Dita, Hj. Rohani, Rohaya, Hj lis, Rahmi, Yuyun Diang bungas. 

    Pada momentum 10 muharram 1442 ini ada momentum yang sangat istimewa yaitu dengan berkumpul nya seluruh masyarakat banjar Pekanbaru dengan arahan dan inisiasi para tutuha masyarakat banjar Pekanbaru mendeglarasikan Paguyuban Banjar Riau. 

    "Namun nama-namanya Insya Allah segera akan kita sosialisasikan setelah semua legalitas lengkap, yang jelas tujuan dan maksud dibentuk nya
    Paguyuban Banjar Riau ini adalah manyatukan yang tahambur, bukan Mahambur yang sudah bersatu," ujar Ketua. (LK)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Masyarakat Banjar Pekanbaru Lestarikan Tradisi dan Gelar Kegiatan Realigi
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait