Daftar Isi
Foto: Mahasiswa Unri saat melakukan massa aksi
LancangKuning.com, PEKANBARU -- Ratusan mahasiswa Unri menyerbu gedung rektorat Unri. Massa aksi mempertanyakan nasib dan kejelasan sejumlah bangunan yang tidak selesai (mangkrak), Senin siang (24/02/2020).
Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI Resmikan Olimpiade PPKn 9 Universitas Riau
"Seharusnya Unri malu memiliki akreditasi A namun fasilitasnya bernilai D," teriak Gubernur FKIP Unri dalam orasinya.
Foto: Mahasiswa Unri saat melakukan massa aksi
Massa aksi menilai beberapa permasalahan yang masih berlarut-larut seperti sengketa lahan Unri dengan PT. Hasrat Tata Jaya. Selain itu pembangunan sejumlah bangunan mangkrak seperti pembangunan Gedung B Rumah Sakit Pendidikan Unri, pembangunan gedung grand gasing, galeri studio.
Baca Juga: Survei: Provinsi Sumbar, Riau dan Jabar Tak Puas Kinerja Jokowi
Adapin beberapa gedung juga terjadi disejumlah fakultas seperti gedung Fakultas Hukum, FEB, FISIP dan Teknik. Massa juga menuntut pembangunan sekre kelembagaan mahasiswa Unri, sistem keamanan Unri, pembangunan halte di FKIP dan FMIPA.
Foto: Mahasiswa Unri saat melakukan massa aksi
"Kami juga mempertanyakan kejelasan status gedung Rusunawa Unri," tulis Bem Unri dalam kertas tuntutan yang dibagikan.
Selain itu massa aksi menilai tempat pelaksanaan wisuda Unri yang tidak memadai, perbaikan jalan yang rusak dan berlobang, lampu penerangan jalan banyak uang tidak berfungsi, permasalahan eco edu park dan arboretum Unri pembangunan dan pengelolaan waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Baca Juga: Tempat Wisata di Riau
Adapun terdapat kontrak politik antara rektor terpilih bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa Unri (DPM Unri) dan BEM Unri pada 10 Desember 2018. Namun usai setahun sudah berlalu permasalahan tersebut belum juga terselesaikan.
Adapun tuntutan massa aksi pada rektor Unri adalah mendesak rektor untuk menjalankan poin-poin yang disampaikan dalam kontrak tersebut, menuntut rektor.
Baca Juga: Makanan Khas Pekanbaru
Hingga berita ini diturunkan aksi tuntutan masih berlanjut dan menunggu kejelasan dari pihak rektorat. (San)
Komentar