Gubri Harapkan Produk Riau Miliki Nilai Ekonomi Yang Baik

Daftar Isi


    Foto: Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar


    Lancang Kuning, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengharapkan produk yang dihasilkan di Provinsi Riau hendaknya memiliki nilai ekonomi yang baik. Ia mengakui, pihaknya sangat mencintai pembangunan usaha-usaha yang tumbuh dan berkembang saat ini.

    |Baik itu industri maupun usaha perkebunan kelapa sawit, kertas, dan lainnya," ungkap Gubri.

    Baca Juga: Peristiwa Haru Terjadi di Kantor Prabowo, Stenly Bisa Jalan Lagi

    Namun demikian, menurut Gubri, memperhatikan pengelolaan lingkungan dan limbah itu sangat penting jika Riau tidak ingin dilaporkan oleh pihak lain yang pada akhirnya merugikan pelaku usaha tersebut.

    Baca Juga: DKP Riau Usulkan Bantuan Kapal Nelayan untuk 4 Kabupaten

    "Kita tidak mau merugikan perusahaan, merugikan pengusaha dan masyarakat, karena itu tentunya seminar pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3) ini telah kita persiapkan agar kedepannya lebih baik," katanya di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (3/11/2020), dikutip dari mediacenterriau. 
     

    Baca Juga: Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tinggalkan Kurikulum yang Kaku

    Gubri menyebutkan, dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI sudah menetapkan Provinsi Riau sebagai salah satu provinsi yang mempunyai komitmen dengan pembangunan rendah karbon ini semua tujuannya untuk perbaikan lingkungan.

    Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Riau sebelum pandemi Covid19 perkembangannya cukup signifikan dan positif. Namun pada saat ini terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi Riau pada kuartal pertama 3,22% minus 32?n ini belum diperhitungkan pada kuartal ketiga.

    "Kami sudah meminta masukan dari BI Riau, BPS terkait kondisi ini. Sepertinya pada kuartal ketiga ini barangkali juga minus dan turun dari -3,2 , Mudah-mudahan seperti itu dan ada perbaikan dari sisi ekonomi di Riau," ucapnya.

    Gubri menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tentunya harus didukung oleh perkembangan industri di segala bidang baik berupa agro industri, migas energi, manufaktur, perkebunan kehutan jasa dan fasilitas pelayanan kesehatan.

    Namun pertumbuhan ekonomi tersebut selain meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat, menekan kondisi lingkungan akibat limbah yang ditimbulkan antara lain limbah B3 yang diketahui bersama.

    Berdasarkan UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau racun.

    Hasil identifikasi menunjukkan rata-rata jumlah limbah pertahun 1,5 juta ton yang di dominasi oleh limbah B3 sektor manufaktur yaitu sebesar 57,7%.

    "Limbah B3 sangat berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan sehingga perlu dikelola dengan baik," tutupnya. (LK)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Gubri Harapkan Produk Riau Miliki Nilai Ekonomi Yang Baik
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait