Daftar Isi

Foto: Ketua FWBS Darmayanto (kemeja koko hitam)
Lancang Kuning, BENGKALIS - Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkalis mendapat perhatian serius dari Forum Wartawan Bukit Batu, Bandar Laksamana dan Siak Kecil (FWBS).
Forum tersebut mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis segera mengambil langkah cepat dan terpadu untuk mencegah penyebaran DBD semakin meluas.
Ketua FWBS Darmayanto mengatakan, desakan tersebut disampaikan menyusul laporan masyarakat terkait meningkatnya jumlah pasien DBD di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima FWBS, telah terdapat korban yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
"Kami minta Dinkes Bengkalis tidak menunggu. Segera lakukan fogging terarah, sosialisasi, dan pastikan stok obat serta sarana di Puskesmas aman. Nyawa warga taruhannya, bahkan sudah ada korban meninggal Dunia karena DBD ini," ujar Darmayanto, Jumat (11/9/2026).
Menurut Darmayanto, penanganan harus dilakukan secara cepat sebelum kasus semakin meluas. FWBS juga meminta Dinkes Bengkalis membuka data kasus DBD berdasarkan kecamatan secara transparan, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan sejak dini.
FWBS mendorong sejumlah langkah, di antaranya fogging fokus pada titik kasus terkonfirmasi dan radius 100 meter di sekitarnya, menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dengan menguras, menutup dan mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menaburkan bubuk abate dan memelihara ikan pemakan jentik.
Selain itu, FWBS meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat, cairan infus dan tenaga medis di setiap fasilitas kesehatan. Masyarakat juga diimbau aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan rumah masing-masing.
FWBS mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak selama 2-7 hari, sakit kepala berat, nyeri di belakang mata, nyeri sendi hingga munculnya bintik merah pada kulit.
Warga yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. (LK/Fz).







Komentar