BBKSDA Riau Perketat Mitigasi, Dua Kandang Jebak Dipasang

Daftar Isi


    PEKANBARU,Lancangkuning.com- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus mengintensifkan upaya penanganan konflik antara Harimau Sumatera dan manusia di kawasan hutan tanaman industri (HTI) Desa Sungai Ara, Kabupaten Pelalawan. Langkah ini dilakukan setelah kembali terjadi serangan yang menewaskan seorang pekerja HTI, Eko Prasetyo (29), hanya beberapa hari setelah insiden serupa yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 12 tahun.

    Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana, mengatakan tim mitigasi telah berada di lokasi sejak insiden pertama terjadi. Usai serangan kedua, pengamanan langsung diperkuat dengan memasang dua kandang jebak di sekitar lokasi yang diduga menjadi lintasan Harimau Sumatera.

    "Tim mitigasi terus bekerja di lapangan. Kami telah memasang dua kandang jebak sebagai upaya menangkap harimau yang diduga terlibat dalam serangan terhadap dua korban," kata Laskar, Senin (13/7/2026).

    Selain memasang kandang jebak, petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi jejak satwa, memetakan jalur pergerakan harimau, serta memantau aktivitasnya menggunakan metode pelacakan lapangan.

    Dari hasil identifikasi awal, harimau yang menyerang diduga merupakan individu yang sama dalam dua peristiwa tersebut. Dugaan itu didasarkan pada kesamaan ukuran dan karakteristik jejak kaki yang ditemukan di lokasi kejadian.

    "Harimau yang diduga menyerang diperkirakan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar tiga tahun. Namun, identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan apakah benar individu yang sama," jelasnya.

    Laskar menegaskan, proses mitigasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus mempertimbangkan aspek konservasi satwa liar yang berstatus dilindungi tersebut.

    BBKSDA Riau juga meminta seluruh pekerja HTI dan masyarakat di sekitar kawasan hutan meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di luar camp, terutama pada malam hingga dini hari, diimbau untuk dibatasi karena merupakan waktu aktif Harimau Sumatera mencari mangsa.

    "Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas sendirian di kawasan hutan, terutama pada malam hari. Jika menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani," ujarnya.

    Diketahui, korban terbaru, Eko Prasetyo (29), ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2026) dengan luka parah di bagian leher dan kaki setelah diduga diterkam Harimau Sumatera saat keluar dari camp pada Jumat malam. Sebelumnya, pada Selasa (7/7/2026), bocah berinisial JZ (12) juga tewas setelah diterkam harimau di area belakang camp yang sama.

    Dua korban jiwa dalam kurun waktu kurang dari sepekan membuat BBKSDA Riau terus meningkatkan operasi mitigasi. Penanganan di lapangan akan terus dilakukan hingga harimau yang diduga terlibat dalam konflik tersebut berhasil dievakuasi, sehingga potensi serangan terhadap manusia dapat diminimalkan.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel BBKSDA Riau Perketat Mitigasi, Dua Kandang Jebak Dipasang
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar

    Berita Terkait