Mahasiswa Pascasarjana Unilak Demo Rektorat, Protes Kebijakan Toga Wisuda

Daftar Isi


    Aksi demo mahasiswa Unilak menolak kebìjakan Rektor Unilak.(ft:LK)

    LANCANGKUNING.COM,Pekanbaru-Aksi demonstrasi yang digelar Forum Mahasiswa Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) pada Selasa (29/4/2026) menyita perhatian civitas akademika. Para mahasiswa menggeruduk Gedung Rektorat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan rektor terkait penggunaan toga wisuda yang dinilai tidak sesuai dengan standar uniform pascasarjana.

    Dalam aksi demo ini, para mahasiswa msmbawa poster  yang mengkritik kebijakan rektor sebagai “kebijakan cacat” serta menuntut kejelasan dan tanggung jawab dari pihak kampus.

    Dalam pernyataan sikapnya, Forum Mahasiswa Pascasarjana Menggugat menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mereka menolak mengikuti prosesi wisuda apabila diwajibkan menggunakan toga yang dianggap tidak sesuai dengan standar pascasarjana.


    Kedua, mahasiswa meminta agar biaya wisuda yang telah dibayarkan dikembalikan apabila pihak kampus tetap memberlakukan penggunaan toga tersebut. Mereka menilai kebijakan ini merugikan mahasiswa secara finansial dan tidak mencerminkan standar akademik yang semestinya.

    Ketiga, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi pembakaran toga yang disediakan pihak rektorat di hadapan tamu undangan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Aksi tersebut direncanakan berlangsung saat prosesi wisuda yang dijadwalkan pada 29–30 April 2026.

    Sebelumnya, poster digiital penolakan kebijakan rektor ini telah beredar di sejumlah WhatsApp di lingkungan Unilak.

    Poster ini menampilkan perbandingan visual antara toga yang dianggap sesuai dengan ketentuan pascasarjana dan toga yang dinilai tidak memenuhi standar. Perbandingan ini menjadi salah satu dasar mahasiswa dalam menyuarakan keberatan mereka.

    Sejumlah mahasiswa menyatakan bahwa penggunaan atribut akademik bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari identitas dan penghormatan terhadap jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Oleh karena itu, mereka menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

    Hingga aksi berlangsung, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat terkait tuntutan mahasiswa tersebut. Namun, mahasiswa berharap pihak kampus segera membuka ruang dialog guna mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

    Aksi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap hak-hak mereka dalam lingkungan akademik. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang transparan antara pihak kampus dan mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan.(rie)

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Mahasiswa Pascasarjana Unilak Demo Rektorat, Protes Kebijakan Toga Wisuda
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar